Begini Cara Menghadapi Si Pencemburu!

Baby & Kids - 08 Nov 2017

Si Kecil iri melihat kakaknya punya sepeda baru, atau sebaliknya, kakak yang cemburu melihat adik yang selalu dimanja? Tentu ini bukan hal baru. Cemburu adalah emosi yang secara diam-diam masuk ke dalam kehidupan anak-anak kita. Perasaan tersebut bisa timbul dari saudara kandungnya, teman bermain atau teman sekelas. 

Hal sederhana bisa memicu rasa iri hati pada anak. Seperti contoh di atas, misalnya. Kecemburuan yang timbul di masa kecil disebabkan oleh perilaku tertentu dari orangtua yang memicu persaingan di antara anak-anak mereka. Tentunya, emosi negatif ini harus dihilangkan sebelum menjadi kebiasaan yang lebih buruk lagi. 

Berikut, adalah beberapa kesalahan dalam mengasuh dan mendidik anak yang dapat  memicu kecemburuan anak: 

1. Memanjakan Anak

Jika orangtua terlalu memanjakan anak, ia akan merasa menjadi yang tak terkalahkan di rumah. Ketika ada anggota baru (adik yang baru lahir) hadir di tengah keluarga atau saat ia bertemu dengan teman yang lebih hebat darinya, maka ia tidak merasa aman dengan posisinya. Timbulah kecemburuan pada diri anak. Ia bisa menderita depresi saat tidak mendapatkan keinginannya dan merasa inferior saat tumbuh dewasa. 

2. Overprotektif

Sikap orangtua yang terlalu melindungi anak atau overprotektif akan berdampak buruk pada anak. Ia mungkin akan tumbuh menjadi anak yang pendiam, pemalu dan tidak percaya diri. Hal ini akan menyebabkan anak menjadi cemburu saat melihat temannya yang percaya diri.

3. Pola Asuh Otoriter

Terlalu mengendalikan anak juga merupakan kesalahan besar lainnya yang dilakukan orangtua. Pola asuh ini bisa memicu anak menjadi pencemburu. Menerapkan aturan ketat tanpa menjelaskan penyebabnya akan mempengaruhi anak. Ia tumbuh dengan kurang percaya diri, merasa kurang pantas dibandingkan dengan anak lainnya.

4. Membandingkan dengan Anak yang Lain

Kesalahan fatal lainnya yang dilakukan orangtua adalah membanding-bandingkan anak mereka satu dengan yang lain. Membandingkan anak hanya akan menimbulkan kecemburuan, persaingan dan rasa kurang percaya diri.

5. Menciptakan Persaingan yang Tidak Sehat

Menyuruh anak-anak melakukan aktivitas yang sama dan membandingkan hasilnya akan menciptakan persaingan yang tidak sehat di antara mereka. Karena seorang anak mungkin lebih berbakat daripada anak yang lain. Dan hal ini akan menimbulkan kecemburuan bagi yang kalah.

6. Urutan Kelahiran

Terkadang orang tua lebih memperhatikan anak berdasarkan urutan kelahirannya. Misalnya, saudara pertama mungkin cemburu pada adik perempuannya yang baru lahir saat melihat ayah-ibunya lebih memperhatikannya. Dengan kedatangan adik baru, anak yang lebih tua mungkin merasa kehilangan ‘tahta’ yang bisa menyebabkan cemburu.

MENGATASI KECEMBURUAN ANAK

Berikut adalah cara mengatasi kecemburuan pada anak. Namun, sebelum mengaplikasikannya pada anak, pastikan bahwa Anda bukan orang yang cemburu pada saudara, teman atau tetangga. Karena jika  tidak, cara ini tidak akan efektif pada anak Anda.

1. Alihkan rasa cemburu menjadi ambisi

Menyalurkan energinya ke hal yang positif adalah cara yang bagus untuk membantunya mengurangi emosi negatif. Misalnya, jika anak sedih karena temannya mendapat nilai bagus, dorong dan motivasi anak untuk belajar lebih giat sehingga mendapat nilai yang bagus. Begitu anak  mulai belajar lebih giat, dia akan melupakan rasa irinya karena fokus untuk mendapat nilai yang baik.

2. Dengarkan anak

Dalam kebanyakan kasus, perilaku cemburu dan iri hati berakar dari dalam diri. Di balik perilaku iri dan cemburu, ada masalah yang dipendam anak. Bicaralah padanya dan cari tahu alasan mengapa ia cemburu pada orang tertentu. Dengarkan baik-baik n saat ia mengutarakannya. Mungkin rasa percaya dirinya rendah, sehingga tidak yakin dengan kemampuan dirinya. Hal itulah yang menyebabkan ia cemburu atau iri pada orang lain.

3. Membaca dongeng

Cerita atau dongeng klasik memiliki banyak pesan moral. Anak-anak bisa belajar lewat dongeng tersebut. Misalnya cerita tentang kepedulian terhadap sesama, membantu orang lain dan sebagainya. Jadikan waktu membaca dongeng atau cerita yang berisi pesan moral sebelum tidur menjadi rutinitas sehari-hari. Hal ini akan membantu anak mengerti bahwa iri hati atau cemburu yang ia rasakan bukanlah hal yang benar.

4. Menjelaskan dengan menggunakan contoh

Trik bagus lainnya untuk menekankan pentingnya memiliki perasaan positif terhadap orang lain adalah dengan menjadikan diri Anda sebagai teladan. Anda bisa memuji orang lain di depan anak karena selera humor, perilaku baik atau kualitas lain yang orang lain miliki. 

5. Ajarkan pada anak pentingnya berbagi

Anak-anak cenderung menaruh dendam terhadap anak-anak lain tanpa alasan. Jika begitu, ajarkan anak tentang pentingnya berbagi dan peduli. Ini akan membantunya menghilangkan segala jenis keresahan. Cepat atau lambat, ia akan menikmati pertemanannya dengan anak-anak yang pernah dicemburuinya.

6. Cintai anak Anda

Pastinya orangtua mencintai anak-anaknya. Hanya saja harus ditekankan bahwa anak membutuhkan semua cinta dan kasih sayang yang ia bisa dapatkan pada fase kehidupannya saat ini. Bimbingan orangtua ditambah dengan cinta dan perhatian akan membuat anak belajar memiliki emosi positif dengan cepat.

7. Tidak membandingkan anak

Perbandingan hanya akan membuat anak merasa bahwa oranguanya lebih sayang pada adik/kakak ketimbang dirinya.

8. Menumbuhkan rasa percaya diri anak

Setiap anak suka mendengarkan orangtuanya membicarakan kelebihan atau kekuatan mereka. Tumbuhkan rasa percaya diri anak dengan membicarakan kelebihan atau kekuatan yang ada pada diri anak. (YU)

Foto: thoughtcatalog.files.wordpress.com