Belajar Bahasa Bayi

Baby & Kids - 21 Jan 2019

Bayi sepertinya menghabiskan sebagian besar waktunya untuk menangis. Sejenak setelah dilahirkan, ia menangis; ketika merasa lapar atau haus ia menangis; begitu juga ketika buang air kecil atau besar.

Tapi jangan salah, tangisan bayi bukannya tak memiliki arti. Profesor Angela Friederici, ahli kognisi dan ilmu syaraf dari Jerman, mengatakan bahwa tangisan bayi manusia adalah alat berbahasa yang kompleks. Melodi dan rangkaian nada tangis bayi mengindikasikan kompetensi berbahasanya kelak. 

Menurut penelitian tersebut, semakin meliuk-liuk nadanya, atau semakin dramatis melodinya, tandanya si bayi semakin pintar. Jadi, jika bayi Anda menangis, tak perlu segera “membungkamnya” dengan memberi ASI atau memberinya trik-trik agar terdiam. Lebih baik ajak bayi berbicara atau nyanyikan ia lagu, karena interaksi seperti demikian membantu melatih perkembangan bahasa di stadium awal. (red)

foto: newhealthadvisor.com