Cara Aman Membedong Bayi

Baby & Kids - 08 Mar 2018

Bayi yang baru lahir biasanya dibedong. Banyak orang, khususnya ibu baru yang belum paham sepenuhnya, mengapa bayi perlu dibedong. Menurut DR.dr Rinawati Rohsiswatmo SpA(K), spesialis anak konsultan di RSCM, membedong bayi bertujuan untuk menenangkannya, membuat bayi tidur lebih lama dan lebih nyenyak karena bedong merupakan tiruan rahim ibu. Yang tidak dibenarkan adalah anggapan bahwa bedong bertujuan untuk meluruskan kaki bayi. 

Dokter perinatologi yang berpraktik di RSCM ini menjelaskan bayi sampai usia 2 tahun bentuk kakinya agak O.  Bentuk agak O ini normal, kata Rina. Yang tidak boleh adalah jika bentuknya X. Namun membedong dengan ketat untuk meluruskan kaki bayi itu tindakan keliru. Jika kaki bayi dipaksa lurus, akibatnya bisa bahaya, sendi panggul bisa keluar, akibatnya bisa menyebabkan pincang saat si anak besar kelak, jelasnya. Membedong sebaiknya dilakukan dengan longgar yang cukup untuk  meredam gerakan-gerakan refleks bayi, yang sering membuat dirinya kaget sendiri saat tidur. 

Bayi akan merasa lebih hangat karena bedong melindungi dari cuaca dingin dan  angin. Apalagi bayi baru lahir masih harus menyesuaikan temperatur tubuhnya dengan lingkungan baru di luar rahim ibu. Lantas, apa saja yang harus diperhatikan dalam membedong bayi? Ini dia daftarnya: 

1. Pilihlah bahan katun atau dari serat alam yang lembut. Bahan ini masih memungkinkan udara mengalir, sehingga tidak mengganggu  kesehatan kulit bayi. 

2. Lipatan bedong tidak boleh terlalu ketat, agar bayi tidak merasa sesak dan  tetap bisa bernapas lega. Lipatan yang pas tidak akan menyakiti tubuh bayi dan  tidak mengganggu ruang geraknya. 

3. Lipatan bedong jangan sampai melewati atau menutupi wajah bayi, agar sistem pernapasannya tidak tergganggu. 

4. Jangan tinggalkan bayi dalam keadaan dibedong tanpa pengawasan orang dewasa,  apalagi di atas tempat yg tinggi. Pasalnya sekecil apapun gerak bayi, tetap berpotensi  membuatnya terguling dan terjatuh. 

5. Periksa bedong setiap waktu. jangan sampai bayi merasa kepanasan, atau merasa tak nyaman karena popoknya basah. 

6. Tidak perlu membedong bayi saat cuaca panas atau dalam ruangan pengap, kecuali untuk keperluan tertentu, misalnya memudahkan saat menyusui.

sumber: dokterdigital.com

foto: momsxyz.com