Karies Anak Usia Dini, Apa Penyebabnya?

Baby & Kids - 07 Aug 2017

Meski bersifat sementara, namun gigi-geligi Si Kecil sangatlah penting, dan masih rentan terhadap gigi berlubang. Tooth decay atau karies gigi pada bayi dan balita sering disebut sebagai Baby Bottle Tooth Decay, karies anak usia dini (Early Childhood Caries), Nursing Caries atau Nursing Bottle Syndrome. 

Istilah tersebut digunakan untuk menggambarkan keadaan gigi susu atau gigi permanen anak yang mengalami kerusakan atau karies. Padahal anak-anak membutuhkan gigi yang kuat dan sehat untuk mengunyah makanan, berbicara dan senyum yang indah. Gigi pertama mereka juga membantu memastikan gigi permanen mereka tumbuh dengan benar. Sebab itulah harus dirawat sejak dini. 

Karies gigi paling sering terjadi pada gigi depan atas, namun bisa juga terjadi pada gigi lainnya. Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya kerusakan gigi pada anak. Yang paling sering karena gigi terlalu lama berkontak dengan minuman yang mengandung gula, seperti susu formula, jus buah, sirup atau minuman manis lainnya. Karies gigi dapat terjadi ketika bayi tidur dengan botol susu masih berada di mulutnya, atau saat botol digunakan sebagai dot ketika bayi rewel.  

Karies gigi juga disebabkan bakteri gigi berlubang yang bisa ditularkan dari ibu kepada bayi melalui air liur. Misalnya, saat ibu mencicipi makanan bayi dengan sendok yang sama untuk bayi, atau membersihkan dot dengan mulut ibu, maka bakteri bisa tertular ke bayi.  Jika bayi atau balita tidak menerima cukup fluoride mereka juga mengalami peningkatan risiko kerusakan gigi. Tapi, kabar baiknya karies gigi dapat kita cegah.

Mencegah Karies Gigi

-  Berusahalah untuk tidak berbagi air liur dengan bayi lewat penggunaan sendok yang sama atau menjilati dot bayi. Setelah makan, bersihkan gusi anak dengan kain lap yang bersih. 

-  Saat gigi Si Kecil tumbuh, sikat dengan lembut menggunakan sikat dan pasta gigi fluoride seukuran butir beras hingga usia anak 3 tahun. 

- Berikan pasta gigi seukuran butir jagung setiap kali sikat gigi dari usia 3 sampai 6 tahun.

- Awasi anak saat menyikat gigi, sampai mereka bisa meludah sendiri dan tidak menelan pasta giginya.

- Hanya mengisi botol dengan susu formula dan ASI. Hindari mengisi botol susunya dengan cairan yang mengandung gula seperti jus atau minuman ringan. 

- Bayi harus menghabiskan susunya sebelum tidur. 

- Jika anak menggunakan empeng atau dop, berikan dalam keadaan bersih. Jangan dicelup dalam larutan gula atau madu. 

- Dorong anak untuk minum dengan cangkirnya saat ia berusia 1 tahun.

- Saat gigi pertama anak muncul, buat jadwal untuk melakukan kunjungan pertama ke dokter gigi.

Ingatlah, memulai sejak dini adalah kunci untuk mendapatkan gigi yang sehat seumur hidup. (YU)

Foto: theconversation.com