Menangani Demam Pada Anak

Baby & Kids - 10 Sep 2018

Setiap anak demam, apalagi jika demam cukup tinggi, orangtua, khususnya ibu pasti cemas. Padahal demam merupakan suatu mekanisme yang terjadi di dalam tubuh dalam mengatasi infeksi. Yang perlu kita tahu, demam tidak membahayakan asalkan tidak menimbulkan dehidrasi, kesadaran menurun ataupun kejang. Jadi tak usah disikapi secara berlebihan. 

Demam dapat sebagai tanda pertahananan tubuh yang terjadi dikarenakan adanya benda asing dalam sistem tubuh, misalnya saja anak anda demam setelah diberikan imunisasi . Ini merupakan kondisi yang tidak memerlukan penanganan medis. Orangtua tidak perlu cemas ketika anak demam. 

Yang penting, orangtua tahu apa penyebab demam pada anak, misalnya demam pasca-vaksinasi. Untuk kasus ini, tak perlu buru-buru memberikan obat. Lantas, bagaimana langkah-langkah yang bisa dilakukan orangtua untuk menangani demam pada anak? Berikut caranya: 

1. Perhatikan gejalanya Demam dapat disebabkan karena infeksi virus, salah satu tandanya anak terlihat lesu dan tidak mempunyai gairah untuk bermain. Infeksi virus ditandai dengan batuk, pilek atau diare tanpa darah. Ciri khas infeksi demam yang disebabkan oleh virus adalah demam yang tinggi pada hari 1-2 hari, biasanya pada hari ke 4-5 naik tetapi tidak setinggi pada hari pertama, umumnya pada hari ke 6-7 akan pulih sesuai dengan kondisi sebelumnya, sehingga dalam penanganan demam yang terinfeksi virus tidak memerlukan antibiotika atau periksa darah. 

2. Kompres air hangat Apabila demam timbul akibat infeksi virus, ibu dapat memberikan pertolongan pertama dengan cara mengompres menggunakan air hangat. Air hangat dapat langsung pada pusat tubuh sehingga akan menurunkan suhu secara otomatis. Ada yang menyarankan kompres alkohol atau air dingin. Namun sejatinya langkah ini tidak tepat karena penggunaan kompres alkohol berbahaya, khususnya jika uapnya terhirup oleh bayi. Ibu juga bisa menggunakan cara praktis untuk menurunkan demam dengan menggunakan plester kompres yang banyak dijual bebas. 

3. Cek suhu tubuh Biasakan mengecak suhu tubuh anak dengan thermometer. Suhu tubuh normal di kisaran 36-37 derajat Celsius. Nah, apabila suhu anak sedikit di atas itu, berikan minum air putih sehingga anak anda tidak mengalami kekurangan cairan. 

4. Kapan mesti ke dokter Bagaimana jika langkah di atas sudah dilakukan namun demam tak kunjung reda? Ibu biasanya menggunakan obat penurun panas parasetamol. Obat ini danggap memiliki efek samping yang rendah pada tubuh bayi. Namun, tetap lebih baik disarankan untuk menemui dokter atau petugas kesehatan jika bayi panas melebihi 37,5 erajat Celsius. Apabila anak demam disertai urin kental dan kakinya sering digerak-gerakkan, bisa jadi ia mengalami infeksi saluran kemih. Jika demam tidak kunjung turun selama 3 hari aau lebih, disertai dengan mimisan atau bintik merah, segera bawa anak ke dokter untuk menjalani tes kesehatan.

sumber: dokterdigital.com
foto: savvytokyo.com