Mencegah dan Mengatasi Ruam Popok

Baby & Kids - 04 Sep 2018

Bayi identik dengan ruam popok. Tampaknya hal ini sudah lumrah terjadi pada setiap bayi. Namun ruam popok yang tak ditangani dengan baik bisa berdampak negatif bagi tumbuh kembang bayi lho. Ruam popok terjadi akibat peradangan di daerah yang tertutup popok, seperti sekitar alat kelamin, pantat, dan pangkal paha bagian dalam. Kondizi ini lazim dialami oleh bayi baru lahir. Ruam popok terjadi karena ada gesekan antara popok dengan kulit bayi, karena kulit bayi masih sangat peka dan sensitif. Saat memakai popok kulit bayi tertutup, sehingga lembab. 

Nah, kelembaban berlebih inilah yang memicu timbulnya ruam. Selain akibat tertutup popok, ruam pada bayi juga bisa disebabkan karena kulit bayi kontak terlalu lama dengan urin atau feses. Kondisi ini lazim terjadi pada bayi yang memakai popok bukan kain (diaper) yang lambat diganti. Terlalu lama menggunakan diaper yang terbuat dari plastik atau karet, bisa menyebabkan kulit bayi mengalami iritasi, yang memicu terjadinya ruam. Untuk mencegah dan mengatasi ruam popok pada bayi, sejumlah langkah yang bisa dilakukan ibu adalah: 

1. Ganti popok sesering mungkin baik itu popok kain atau diaper. Ibu harus sering mengecek kondisi popok, begitu basah segeralah ganti.

2. Daerah popok harus dibersihkan secara lembut dengan air hangat. Keringkan dengan handuk lembut, angin-anginkan sebentar, lalu berikan bedak lembut bayi. Untuk pemberian bedak, pada bayi perempuan, sebisa mungkin jangan sampai mengenai area vagina bayi. 

3. Pilih popok yang berbahan lembut dan berdaya serap tinggi. 

4. Seka dan segera keringkan pantat bayi tiap kita mengganti popoknya. Gunakan air hangat dan kapas untuk membersihkan pantatnya. 

5. Jika sudah telanjur terkena ruam popok, oleskan krim bayi di daerah yang terkena ruam popok. Oleskan nappy cream tiap kita mengganti popoknya.

 6. Sekali-kali biarkan bayi tidak memakai popok. 

7. Jika bayi mengalami ruam akibat memakai diaper merek tertentu, segera ganti. Mungkin bayi alergi dengan jenis popok tertentu. 

8. Diaper modern memang didesain dapat menyerap lebih banyak cairan. Bayi bisa berkali-kali buang air di diapernya dan diaper tetap kering. Namun bagaimanapun juga kulit bayi juga perlu bernapas dengan cara diangin-anginkan. 

9. Nah, jika sudah mengganti merek diaper namun tetap muncul ruam, pertimbangkan untuk menggunakan popok kain yang lembut. 

10. Pemakaian popok kain memang membutuhkan disiplin ibu. Begitu popok basah, harus segera diganti untuk menghindari kulit bayi lembab yang memicu ruam. Pastikan pantat bayi benar-benar kering sebelum memakaikan popok baru. 

11. Hindari penggunaan produk pewangi pakaian karena ada beberapa kulit bayi yang peka terhadap produk-produk semacam ini. 

12. Sebisa mungkin hindari produk tisu basah beralkohol karena dapat membuat kulit bayi iritasi. Lebih baik gunakan kapas basah yang dibasahi dengan air matang, atau kapas yang dibasahi dengan baby oil. 

13. Setiap mengganti popok, biarkan bayi telanjang/ tidak memakai popok untuk beberapa menit. Tujuannya agar kulit bayi kontak dengan udara luar untuk mencegah kelembaban sebelum ia dipakaikan popok lagi.  

sumber: dokterdigital
foto: www.nonwovens-industry.com