Pertolongan Pertama Bila Si Kecil Terluka

Baby & Kids - 04 Oct 2017

Rasa ingin tahu yang besar membuat Si Kecil senang bereksplorasi. Hal tersebut membuatnya rentan mengalami kecelakaan. Pastikan Anda mengetahui dasar-dasar pengetahuan P3K. 

Luka yang dialami anak-anak saat beraktivitas di rumah sering dikaitkan dengan usia dan tingkat perkembangannnya. Saat mereka berumur 6-12 bulan, mereka bisa duduk, merangkak, dan meletakkan segala sesuatu di mulut mereka. Anak yang berusia lebih tua, mereka mampu berjalan, meraih benda yang lebih tinggi, memanjat dan menemukan obyek tersembunyi. Rasa senang karena bebas menjelajah dan mengenal lingkungannya membuat anak bergerak dengan cepat, sehingga mereka rentan mengalami kecelakaan, seperti benturan di kepala, tersedak, luka bakar, luka potong, tersengat listrik, meminum cairan berbahaya dan sebagainya. Saat mendapati anak mengalami kecelakaan, Anda jangan panik! Sebab panik hanya akan membuat situasi menjadi semakin buruk. Berikut sejumlah cedera yang umum terjadi pada anak serta dasar-dasar pengetahuan tentang pertolongan pertama pada situasi tersebut:

Benturan di Kepala

Tidak peduli seberapa berhati-hatinya Anda menjaganya, cedera di kepala anak selalu terjadi. Entah karena jatuh dari kursi, akibat memanjat atau terguling dari tempat tidur. Cedera yang terjadi bisa ringan, misalnya  benjolan kecil dan cukup diatasi dengan kompres es atau perban. Namun terkadang jatuh menyebabkan luka serius yang membutuhkan jahitan, atau mengakibatkan gegar otak. Berikut ini cara mengatasi cidera di kepala:

Jika anak mengalami luka berdarah di kepala, letakkan kain bersih atau perban pada lukanya, dan tekan selama beberapa menit. Luka di sekitar kepala dan wajah biasanya berdarah lebih banyak dibanding luka di  bagian tubuh yang lain, karena ada banyak pembuluh darah di bagian tersebut. Jadi jangan panik ketika melihat lukanya berdarah. 

Untuk luka ringan seperti lecet  dan luka gores di wajah, bersihkan dengan air hangat, lalu oleskan salep antibakteri, dan tutup dengan perban. 

Jika terdapat benjolan kecil di kepala, namun anak tidak terlihat kesakitan, berikan kompres es untuk mengurangi peradangan.

Hubungi dokter jika terdapat luka menganga (biasanya membutuhkan jahitan), perdarahan tidak berhenti setelah lima atau sepuluh menit setelah luka ditekan, anak terus menangis, dan jika kepala anak mendarat lebih dulu di permukaan yang keras, kesadarannya menurun, atau setelah terjatuh, napas anak tiba-tiba seperti mendengkur, sesak dan berbunyi meski ia sedang tidak tidur.  

Luka Terpotong

Cuci luka dengan air bersih. Jika Anda menggunakan hidrogen peroksida untuk membasuh luka, encerkan larutan 50% dengan air untuk mencegah iritasi di sekitar luka. 

Setelah bersih, berikan tekanan pada luka untuk menghentikan perdarahan. Setelah berhenti, tutup dengan plester atau perban. 

Jika perdarahan tidak berhenti, segera ke dokter. 

Luka Bakar

Luka bakar pada anak bervariasi, dan penanganannya tergantung pada tingkat keparahan dan penyebab lukanya. Jika anak mengalami luka bakar serius dimana kulit tampak menghitam dan hangus segera bawa ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut. Jika luka bakar ringan seperti tersiram air panas, menyentuh oven atau setrika, bisa diobati di rumah. Caranya:

Siram bagian tubuh yang terkena luka bakar dengan air mengalir untuk menurunkan suhu. 

Jika lukanya melepuh, oleskan salep khusus untuk luka bakar. Jangan memecahkan lepuhan. Hindari penggunaan pasta gigi atau mentega untuk mengobati luka bakar. Hal tersebut hanya mitos di masyarakat. 

Jika Si Kecil tersengat listrik, segera pisahkan anak dari sumber listrik dengan menggunakan benda non logam, seperti kain tebal yang kering. Luka bakar akibat sengatan listrik biasanya terlihat lebam, kemerahan dan sangat sensitif terhadap sentuhan. Siram luka dengan air mengalir, kemudian tutup luka dengan kain bersih.

Luka bakar pada mulut dan kerongkongan juga bisa terjadi jika anak menelan cairan kimia seperti pembersih lantai. Jangan berusaha untuk membuat anak memuntahkan cairan, karena hal tersebut akan membahayakannya. Segera bawa ke rumah sakit karena luka ini sangat serius dan menyebabkan pembengkakan dan peradangan di daerah kerongkongan.

Tersedak

Biasanya hal ini terjadi ketika anak mencoba menelan makanan atau benda kecil lainnya (koin dan mainan kecil). Benda tersebut tidak  masuk ke kerongkonan, tetapi tersangkut di tenggorokan jalur udara untuk bernapas. Batita sangat berisiko mengalami tersedak.  Tanda-tanda tersedak antara lain: terengah-engah, tidak mampu bernapas, tidak mampu bicara, menangis atau membuat kebisingan, kulit berwarna kebiruan dan terlihat panik. Pertolongan pertama pada anak tersedak bisa dilakukan dengan cara berikut:

Berlututlah di belakang Si Kecil, lalu kepalkan satu tangan Anda dan letakkan di bagian dinding perut anak. Ibu jari Anda harus menghadap dinding perutnya. 

Posisikan kepalan tangan Anda dua jari di atas pusat. Ingat, jangan di bagian ulu hati.

Kencangkan kepalan tangan dengan tangan yang satunya hingga kedua tangan Anda melingkar di tubuh anak.

Lakukan penekanan dari bawah ke atas hingga benda yang ada di saluran pernapasan keluar atau anak menjadi tidak sadarkan diri.

Jika anak tidak sadarkan diri dan napas anak tidak terasa oleh Anda, segera lakukan pernapasan dari mulut ke mulut.

Untuk anak di bawah usia setahun, penanganannya berbeda dengan anak yang lebih tua. Penanganan tersedak untuk bayi terdiri atas kombinasi penekanan dada (chest thrust) dan tepukan punggung (back slaps). Berikut langkah-langkah pertolongan tersedak pada bayi:

tengkurapkan bayi di sepanjang lengan Anda. Jaga kepalanya dengan telapak tangan. 

Kemudian  pukul dengan lembut namun tegas lima kali pada bagian di antara tulang belikat. 

Jika cara tersebut tidak berhasil, balikkan  tubuh bayi. Kemudian letakkan dua jari di bawah puting dengan jarak satu jari. Tekan ke dalam dan ke atas hingga lima kali. Ini dilakukan pada bagian diafragma untuk mendorong udara dari paru-paru. YU

foto: babycenter.com