Pertolongan Pertama Pada Bayi Yang Batuk

Baby & Kids - 11 Jul 2017

Sistem kekebalan tubuh si Kecil yang belum sempurna membuatnya rentan terkena batuk dan pilek. Batuk dan pilek sebenarnya merupakan salah satu mekanisme pertahanan tubuh untuk melawan kuman penyakit dan mengamankan saluran pernapasan. Anda tak perlu terburu-buru memberikan obat, terlebih bila usia si Kecil masih di bawah 6 bulan. 

Obat-obatan bebas yang dijual di pasaran bisa saja memiliki efek samping yang mungkin berbahaya bagi bayi Anda. Selain itu, obat-obatan tersebut kebanyakan sifatnya hanya meringankan gejala, bukan menyembuhkan. Jika bayi Anda mengalami batuk pilek, coba lakukan beberapa tips berikut ini:

- Tetap berikan ASI. Gerakan bayi mengisap payudara akan menutup saluran eustachius yang menghubungkan hidung dengan telinga. Kondisi ini memperkecil risiko infeksi telinga oleh bakteri di hidung dan tenggorokan. 

- Jemur si Kecil di bawah sinar matahari pagi, untuk membantu mengencerkan lendir dan membasmi mikroorganisme (virus, bakteri, jamur).

- Untuk mengurangi hidung yang tersumbat, tepuk-tepuk punggung si Kecil dalam posisi telungkup di paha ibu sambil didekatkan dengan uap air hangat.

- Jika pilek sudah sangat mengganggu, encerkan lendirnya dengan air garam yang diteteskan ke ujung lubang hidung bayi. Kemudian gunakan alat penyedot ingus bayi untuk membersihkan hidung.

- Pemberian obat apapun pada anak berusia di bawah 2 tahun harus dilakukan di bawah pengawasan dokter. Jika batuk pilek tak kunjung sembuh hingga lebih dari 7 hari, atau disertai demam, napas cepat/sesak, sulit menelan, ruam kulit, bunyi mengi, muntah, anak rewel atau tidak mau menyusu, segera berkonsultasi dengan dokter spesialis anak. (FD)

foto: assets.babycenter.com