Plus Minus Menuntut Ilmu di Rumah

Baby & Kids - 06 Oct 2017

Pendidikan homeschooling semakin popular di Indonesia. Terbukti dengan marak bermunculannya beragam komunitas dan lembaga pendidikan homeschooling. Apa kelebihan dan kekurangannya?

 

Menyekolahkan anak di sekolah umum merupakan hal yang jamak, dan menjadi pilihan hampir seluruh masyarakat Indonesia. Walau demikian sekolah tidak menjadi satu-satunya cara bagi anak untuk memperoleh pendidikan. Saat ini trend pendidikan homeschooling menjadi pilihan lain dalam upaya orangtua memberikan pendidikan bagi putra-putrinya. Dan kemunculannya di tanah air pun kian marak.  Lalu, apa itu homeschooling?  Secara umum pengertian homeschooling adalah model pendidikan diluar metode belajar formal di sekolah, dimana sebuah keluarga memilih untuk bertanggung jawab sendiri atas pendidikan anak-anak dan mendidik anaknya dengan berbasis rumah.  Keberadaan homeschooling di  Indonesia diatur dalam UU 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 27 ayat (10) yang berbunyi: Kegiatan pendidikan informal yang dilakukan oleh keluarga dan lingkungan berbentuk kegiatan belajar secara mandiri.

Banyak alasan mengapa sebuah keluarga memilih menerapkan pendidikan homeschooling. Di Amerika Serikat, Negara tempat tumbuh dan berakarnya homeschooling, ada tiga alasan tertinggi mengapa keluarga memilih homeschooling untuk mendidik anak-anak mereka. Menurut survey yang dilakukan National Center of Education Statisticc tahun 1999, alasan tersebut adalah: Ingin memberikan pendidikan yang lebih baik di rumah, alasan agama atau keyakinan, dan karena lingkungan yang buruk di sekolah.  Di Indonesia, beragam alasan mengapa orangtua memilih homeschooling mengemuka. Alasan seperti anak mogok sekolah, anak trauma bullying, atau alasan ideologis misalnya ingin mencari pendidikan yang lebih baik daripada sekolah dan beragam alasan lainnya.

 

Jenis Homeschooling

Keputusan untuk mendidik anak di rumah membuat orangtua harus memiliki pengetahuan dan pemahaman mendalam tentang homeschooling. Orangtua juga harus terlibat langsung dalam menentukan proses penyelenggaraan pendidikan, penentuan arah dan tujuan pendidikan, nilai-nilai yang hendak dikembangkan, kecerdasan dan keterampilan, kurikulum dan materi, serta metode dan praktek belajar anak. Ada sejumlah klasifikasi format homeschooling, yang bisa dipilih oleh keluarga dengan alasan dan kepentingannya masing-masing.

 

Ø  Homeschooling Tunggal

Model ini dilaksanakan oleh orangtua dalam satu keluarga tanpa bergabung dengan keluarga lainnya yang juga melakukan homeschooling terhadap anak-anaknya.

 

Ø   Homeschooling Majemuk

Model ini dilaksanakan oleh dua atau lebih keluarga dengan kegiatan-kegiatan tertentu. Namun kegiatan pokoknya tetap dilaksanakan di rumah masing-masing. Alasan memilih jenis ini karena kebutuhan-kebutuhan yang dapat dikompromikan oleh beberapa keluarga untuk melakukan kegiatan bersama.

 

Ø   Komunitas Homeschooling

Gabungan beberapa homeschooling majemuk yang menyusun dan menentukan silabus, bahan ajar, kegiatan pokok (olah raga, musik/seni dan bahasa), sarana/prasarana dan jadwal pembelajaran.

 

Kelebihan dan Kekurangan

Sebagai sebuah pendidikan alternatif, homeschooling juga mempunyai beberapa kekuatan dan kelemahan. Sebelum memutuskan memilih homeschooling untuk anaknya, orangtua wajib mengetahui plus minus homeschooling.

 

Kelebihan Homeschooling

Ø  Anak-anak memiliki pilihan untuk belajar, bebas menentukan apa yang ingin mereka pelajari dan kapan mereka ingin belajar. Anak bebas dan leluasa menikmati proses belajar tanpa harus terbebani target kurikulum. Dengan waktu belajar yang lebih fleksibel membuat homeschooling unggul sebagai pendidikan alternatif.


Ø  Homeschooling berperan penting dalam meningkatkan hubungan antar anggota keluarga.


Ø  Kestabilan emosi. Dengan belajar di rumah, anak-anak tidak khawatir mendapatkan bullying, tekanan dari teman serta persaingan yang tidak sehat.


Ø  Kebebasan agama/ kepercayaan. Banyak orangtua merasa bahwa homeschooling memberikan mereka kesempatan untuk lebih banyak mengajarkan nilai-nilai agama dan keyakinan pada anak.


Ø  Dengan homeschooling, orangtua dapat melindungi anak dari paparan nilai dan pergaulan yang negatif seperti tawuran, narkoba, pornografi, menyontek di kelas dan sebagainya.


Ø  Mendapat istirahat yang cukup. Dengan homeschooling anak-anak bisa mengatur jadwal tidurnya dengan baik sehingga dapat beristirahat dengan cukup. Sebab, tidur amat penting bagi kesehatan emosional dan fisik anak. Rutinitas bangun pagi pada sekolah umum, dan jam sekolah yang panjang, terkadang membuat anak-anak lelah.

Ø  Biaya pendidikan dapat menyesuaikan dengan kondisi keuangan orang tua.

 

Kekurangan Homeschooling

Ø  Homeschooling membutuhkan komitmen dan keterlibatan tinggi dari orangtua. Jika orangtua memilih homeschooling untuk anak-anak berarti orangtua harus siap menghabiskan waktu dengan anak lebih banyak.


Ø  Menurut pakar pendidikan, Prof. Dr. Arief Rahman anak yang dididik homeschooling kurang belajar bersosialisasi.  Mereka kurang berinteraksi dengan teman sebaya dari berbagai status sosial. Padahal skill tersebut dapat memberikan pengalaman berharga untuk belajar hidup di masyarakat. Namun mereka yang kontra seperti Paula Rothermel dari Universitas Durham Inggris dalam Laporan Tahun 2002, menilai bahwa perkembangan psikososial dan akademik pesertahomeschooling usia kurang dari 11 tahun ditemukan sikap yang lebih matang secara sosial dan berprestasi akademik lebih baik daripada anak-anak yang dididik di sekolah. Sementara Kak Seto, salh satu pendiri ASAH PENA (Asosiasi Sekolah Rumah dan Pendidikan Altenatif) mengatakan  bahwa anak-anak homeschooling mendapat desain khusus untuk mempraktekkan bagaimana cara-cara yang baik untuk bermasyarakat secara baik dan benar.


Ø  Ada risiko anak  kurang atau tidak memiliki kemampuan bekerja dalam tim, organisasi, dan kepemimpinan.


Ø  Tidak ada kompetisi atau persaingan. Anak tidak bisa membandingkan sampai di mana kemampuannya dibanding anak-anak lain seusianya.


Ø  Kemungkin anak tidak memiliki kemampuan menyelesaikan situasi sosial dan masalah yang kompleks yang tidak terprediksi.

 

Lepas dari semua pro dan kontra, yang terpenting adalah tujuan kita memberikan pendidikan itu sendiri, yakni untuk mengembangkan setiap keunikan potensi anak didik secara maksimal sehingga bisa membawa perubahan bagi masa depan Negara. (YU)

 

foto: patheos.com