Pujian VS Narsisme Anak

Baby & Kids - 09 Oct 2018 Memberikan pujian pada anak merupakan bagian dari membentuk perilaku baik, membangun kepercayaan diri, dan membuat anak merasa dihargai serta dicintai. Namun pujian yang berlebihan terbukti mendorong perkembangan sifat narsistik mereka.


Kebanyakan dari mereka jika dikritik kemudian menjadi agresif. Hal ini terungkap dalam hasil penelitian yang dipublikasikan di Proceedings of the National Academy of Sciences. Penelitian ini melibatkan 565 anak-anak Belanda usia 7-11 tahun dan orangtuanya.

Mereka diberi kuisioner yang didesain untuk mengukur penilaian diri sendiri serta mengevaluasi kasih sayang yang mereka terima dari orangtuanya. Sementara para orangtua harus menjawab kuisioner yang mengevaluasi dan memeriksa bentuk kasih sayang mereka kepada anak-anaknya.

Peneliti juga meminta para orangtua untuk memberi peringkat kecerdasan anak-anaknya, yang kemudian dicocokkan dengan tingkat IQ anak-anak tersebut yang sebenarnya. Setelah melakukan perhitungan, ditemukan adanya hubungan signifikan antara perhatian berlebihan orangtua dengan sifat narsis anaknya.

Eddie Brummelman, peneliti dari University of Amsterdam, yang menulis laporan penelitian ini, berharap penelitiannya bisa menjadi masukan bagi orangtua terutama dengan kian meningkatnya kecenderungan narsisme di kalangan anak-anak. (red)

foto: 4motivi.com