Saatnya Anak Bicara

Baby & Kids - 01 Feb 2019

Orangtua pada umumnya merasa khawatir bila buah hatinya lambat berkembang dalam kemampuan berbicara. Akan tetapi, tidak dapat dipungkiri bahwa terdapat variasi yang besar di antara anak-anak normal dalam hal kecepatan kemampuan berbicara. 

 

Untuk menentukan apakah tingkat kecepatan seorang anak dalam kemampuan berbicara sudah perlu dikhawatirkan atau tidak, orangtua perlu mengenal tahap perkembangan bahasa dan interaksi sosial anak serta pengaruh stimulus pada anak. Di minggu-minggu pertama kehidupan anak, interaksi anak dengan orangtua umumnya berupa pertukaran ekspresi emosi melalui komunikasi non-verbal dalam bentuk kontak mata serta berbagai perubahan kondisi emosional anak.

 

Anaki usia 6 – 8 minggu. Interaksi komunikasi mulai lebih kaya karena di usia tersebut, anak sudah mampu memberi respon berupa senyuman yang menghangatkan hati orangtua. Di usia ini anak juga umumnya sudah mulai dapat menghasilkan bunyi ‘uuu’ sebagai ekspresi perasaan nyaman yang dialaminya. Lebih jauh lagi, mulai usia 3 – 6 bulan, anak mulai dapat menunjukkan preferensinya terhadap obyek tertentu melalui tatapan. Sejak usia tersebut, anak juga mulai mampu meresponi interaksi sosialnya dengan ekspresi wajah yang lebih bervariasi dan putaran kepala. Di usia ini, anak juga umumnya mulai dapat menghasilkan suara tertawa.

 

Anak usia 8 – 10 bulan. Anak sudah mulai mengekspresikan responnya dengan mengkoordinasikan tatapan mata dengan suara dan gerakan tangan secara bersamaan. Kemampuan menunjuk sesuatu dengan jari telunjuk untuk mengekspresikan minatnya terhadap benda tersebut, merupakan salah satu tonggak perkembangan anak di masa ini. Kemampuan ini biasanya dibarengi dengan kemampuan untuk mengikuti dengan tatapan, obyek yang ditunjukkan kepada sang anak. Pada masa ini, anak mulai bisa diajarkan mengenal nama-nama benda dengan cara menunjukkan kepada anak benda tersebut dan menyebutkan namanya. Anak juga sudah mulai mengingat kata yang bersuku kata satu atau dua dalam mengenali benda. Kata ‘mama’ atau ‘papa’ merupakan contoh kata yang umum diingat anak pada masa ini. Di usia ini, anak umumnya juga sudah mulai mampu mengingat kata yang bersuku kata satu atau dua dalam memberikan respon tertehadap kata tertentu, misalnya bagaimana merespon kata “tepuk tangan’ atau ‘bye’bye’ dengan gerakan tangannya.

 

Anak usia satu tahun. Anak sudah mampu mengenali benda-benda yang sering dilihatnya. Anak juga sudah mulai mampu mengucapkan kata-kata tanpa arti bersuku satu, dibarengi gerakan tubuh, untuk mengekspresikan perasaan dan keinginannya. Beberapa anak bahkan sudah mampu mengucapkan kata-kata yang memiliki arti. Yang perlu diingat oleh orangtua, fakta bahwa usia di mana anak pertama kali dapat mengucapan kata yang memiliki arti, sangatlah bervariasi, dan bisa berbeda bahkan di antara kakak dan adik yang diasuh dalam keluarga yang sama. Ini karena setiap anak merupakan individu yang unik.

 

Anak usia dua tahun. Di usia ini, umumnya anak mampu mengenali kata-kata baru dengan lebih cepat dan biasanya ia akan mulai mendengar dengan penuh perhatian terhadap percakapan yang menarik minatnya. Di usia ini, anak umumnya bisa menyebut dirinya dengan nama diri. Saat bermain, tidak jarang anak di usia ini seperti bercakap-cakap dengan dirinya sendiri dengan kata-kata yang mungkin tidak dapat dipahami orangtua. Fenomena tersebut normal dan tidak perlu dikhawatirkan orangtua. Kebiasaan tersebut akan hilang seiring pertambahan usia anak. Di masa ini, anak sudah mulai mengucapkan frasa yang terdiri dari dua kata seperti “Mama, mau”. Meski begitu, penelitian menemukan ada sekitar 10% anak yang baru mampu melakukan hal tersebut di usia tiga tahun, dan hal itu masih dipandang normal oleh para ahli perkembangan bicara.

 

Anak usia tiga tahun. Umumnya perbendaharaan kata anak sudah mulai banyak. Di usia ini, umumnya anak sudah mampu memahami makna kata depan (di dalam, di atas, di bawah), kata kerja yang umum seperti makan dan berlari, serta kata yang merujuk pada ukuran benda seperti besar dan kecil. Mulai usia tiga tahun, anak juga sudah mulai dapat mengenal warna dan bentuk sederhana. Mulai usia tersebut mereka juga semakin banyak menggunakan kata-kata dalam bentuk kalimat sederhana untuk mengekpresikan dirinya.

 

Anak usia empat tahun. Anak mulai mampu menceritakan ulang sebuah cerita sederhana serta mulai menggunakan anak kalimat dalam berkomunikasi, misalnya, “Sehabis makan siang, aku mau pergi main di luar”. Ini salah satu tonggak penting dalam perkembangan kemampuan berbicara anak, dimana mulai tahap ini, anak akan semakin mampu untuk terlibat dalam percakapan dengan individu lain, termasuk orang dewasa. ES

 

 

Gagap Bicara

Rentang usia 2 – 9 tahun merupakan masa dimana kemampuan berbicara anak sedang berkembang pesat. Beberapa anak mungkin menunjukkan gejala gagap ketika berbicara, terutama saat emosi yang dialaminya sangat intens, baik emosi positif maupun negatif. Hal ini tak usah terlalu dikhawatirkan, karena kelancaran berbicara merupakan salah satu keterampilan yang akan berkembang seiring pertambahan usia. Akan tetapi, bila di dalam keluarga terdapat sejarah kegagapan dalam berbicara, atau bila anak terlihat tegang saat berusaha berbicara, tidak ada salahnya bila orangtua membawa anak untuk menemui profesional yang menangani kasus demikian sebagai langkah preventif.

 

foto: mommybites.com