Sarapan Sehat Tingkatkan Prestasi Akademi Anak

Baby & Kids - 15 Jul 2017

Ada fakta menarik sekaligus memprihatinkan terkait dengan pola sarapan di Tanah Air. Data menunjukkan, hampir 44,6 persen anak Indonesia masih mengonsumsi sarapan bergizi rendah dengan asupan energi yang kurang dari kebutuhan harian yang dianjurkan. Sarapan bergizi ternyata terkait erat dengan kemampuan akademis anak. 

Pada anak-anak usia sekolah 6-12 tahun, tercatat 51,7 persen anak dengan kebiasaan sarapan memiliki prestasi lebih baik dibandingkan anak-anak yang tidak terbiasa sarapan. Anak-anak yang mengonsumsi sarapan bergizi seimbang memiliki nilai akademis 4,5 kali lebih tinggi dibandingkan dengan anak yang mengonsumsi sarapan dengan kandungan gizi tidak lengkap. Sarapan yang baik harus cukup mengandung gizi yang dibutuhkan agar anak tetap bisa konsentrasi hingga jam makan siang tiba. Jadi, bukan sekadar makan kenyang namun minim kandungan gizi. Ahli gizi senior dari PT NAFAS Nutri Sejahtera Sari Sunda Bulan memaparkan sarapan yang sehat idealnya mengandung sumber karbohidrat yang lambat dicerna (misalnya gandum utuh), dan dilengkapi buah atau sayur-sayuran, telur dan kacang-kacangan sebagai pilihan sumber protein. Regional Nutrition and External Affairs Manager di CPW Asia-Middle East-Africa Ece Durukan mengatakan, penting bagi ibu memilih menu sarapan sehat bagi buah hatinya. Salah satu cara praktis menyiapkan sarapan untuk buah hati adalah memilih bahan makanan yang menggunakan gandum utuh. 

Gandum utuh memiliki tiga bagian gandum yang alami dan paling sarat akan nutrisi. "Gandum utuh merupakan sumber serat yang penting dan mengonsumsinya secara rutin terbukti dapat menurunkan berat badan, tingkat kolesterol serta mengurangi risiko penyakit kardiovaskular dan diabetes tipe 2," kata Ece dalam temu media yang diselenggarakan Nestle Breakfast Cereal di Jakarta, baru-baru ini. Ece menambahkan, gula garam dan lemak masih menjadi isu di Tanah Air karena ketiganya berkontribusi pada kegemukan yang bisa memicu beragam penyakit degeneratif, misalnya hipertensi, diabetes melitus juga penyakit kardiovaskular.  Untuk mengurangi asupan gula, garam dan lemak berlebih, Sereal Sarapan Nestle bertekad mengurangi kandungan gula, garam dan lemak dalam produk dalam sereal sarapannya. "Semua kandungan kami cantumkan dalam label kemasan. Sereal Sarapan Nestle juga ditambahkan vitamin dan mineral. 

Kandungan gandum utuh yang terdapat dalam produk juga memberikan manfaat kesehatan," kata Ece. Gandum utuh memiliki indeks glikemik rendah sehingga melepaskan gula secara perlahan yang membuat anak kenyang lebih lama hingga jam makan siang tiba. "Gandum utuh mengontrol gula darah agar tidak melonjak, memberikan energi lebih berkelanjutan. Sedangkan bahan susu yang ditambahkan ke dalam sereal sarapan juga membantu mengontrol gula darah," urai Ece. Anak-anak disarankan mengonsumsi sereal sarapan 30 gram, sedangkan orangtua 45 gram. Mengapa penting bagi kita memperhatikaniIndeks glikemik (IG) dalam pemilhan makanan? Hal ini tentu ada alasannya. Indeks glikemik adalah sistem peringkat makanan yang mengandung karbohidrat. Angka ini menjadi indkator seberapa cepat makanan yang dikonsumsi mempengaruhi kadar gula darah dalam tubuh. Makanan dengan indeks glikemik tinggi adalah makanan karbohidrat yang diproses secara cepat oleh tubuh dan menyebabkan kadar gula darah meningkat dengan cepat. Hal ini dikarenakan karbohidrat tertentu memang lebih mudah dan lebih cepat dicerna tubuh menjadi gula yang digunakan tubuh sebagai sumber energi. 

Beberapa jenis makanan yang indeks glikemiknya tinggi adalah kentang, nasi putih, gula, roti putih, dan minuman bersoda dan yang manis. Sedangkan makanan dengan indeks glikemik rendah dan sedang adalah makanan yang dicerna tubuh secara perlahan dan menyebabkan kenaikan kadar gula darah secara bertahap. Contoh makanan tersebut antara lain kacang-kacangan, buah-buahan, sayuran (tidak termasuk buah kering)  dan makanan dengan biji-bijian utuh seperti bubur havermut. Jika disebut dalam angka, tinggi rendahnya kadar indeks glikemik umumnya dapat dikategorikan sebagai berikut: - IG Rendah: 55 atau kurang dari 55. - IG Sedang: 56 – 69. IG Tinggi: 70 atau lebih dari 70. Akan tetapi angka indeks glikemik dapat berubah terutama jika makanan tersebut telah diolah bersama dengan bahan lain atau dengan cara tertentu. 

Sumber: DokterDigital

foto: cdn2.momjunction.com