Sudah Besar Masih Ngempeng?

Baby & Kids - 28 Jun 2018

Sudah besar kok masih ngempeng? Mungkin ini yang terlintas dalam benak kita bila melihat anak kecil yang masih mengempeng. Nah Kalau Keterusan bagaimana ya?

Kebiasaan mengempeng atau memberi dot pada bayi bisa dilakukan setelah usianya mencapai satu bulan. Alasannya adalah, alat ini memang terbukti ampuh untuk menenangkan bayi saat rewel dan biasanya mendekati waktu tidur. Di lain sisi bila kita melihat faktanya, banyak juga orangtua yang membiarkan anak mereka tetap mengempeng walau pun usia mereka memasuki usia pra sekolah (3-5 tahun).

Menghisap Jari

Mengempeng awalnya muncul saat bayi mulai memasuki tahap mengenal lingkungan sekitar dengan cara oral. Tahap ini biasanya si bayi mendapat kepuasan melalui sensasi yang dia rasakan melalui mulut sampai berusia 18 bulan. Kebiasaan ini baik adanya dan justru memberikan stimulasi terhadap pertumbuhannya. Secara psikologis empeng ini “nikmat” dan nyaman buat bayi. Itu sebabnya jangan heran mereka akan tenang bila langsung diberi empeng.

Manfaat Empeng

Selain untuk memenuhi keinginan menghisap bayi, ternyata empeng sangat berguna untuk merangsang pertumbuhan otot rahang dan mulut bayi. Mau tidak mau, empeng sekarang ini memang menjadi pilihan yang tepat sebagai pengganti puting susu ibu. Biasanya ini diberikan ketika ibu sedang tidak ada disisi bayi atau sedang sibuk dan belum sempat memberi ASI. Secara umum sekarang ini penggunaan empeng sangat lumrah apalagi bagi ibu yang ternyata adalah wanita karir dan tidak selalu berada dekat bayinya.

Sisi Negatif dan Resiko

Selain positif ternyata penggunaan empeng ini bila berlebihan ada dampak negatifnya lho! Contohnya saja bila si bayi memasuki tahap pertumbuhan gigi yang berdampak pada terhambatnya gigi untuk keluar dan mengganggu rahang. Selain itu, bayi yang terus mengempeng akan memberikan efek candu dan cenderung susah untuk di lepas. Belum lagi kalau orangtua yang kurang memperhatikan faktor kebersihan empeng, justru akan membuat bayi mudah terserang penyakit.

Lebih Memperhatikan

Sebenarnya kalau orangtua lebih teliti dan lebih mau memperhatikan anaknya lagi, empeng “tidak akan bermanfaat”, karena sifatnya hanya sementara  dan hanya sebagai pengganti saja.Karena bila bayi rewel, hal ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, bisa saja karena ingin diajak main, merasa kepanasan, kedinginan, haus atau bahkan tidak nyaman karena popoknya basah. Dengan mengetahui kelebihan dan kekurangan empeng, ayah dan ibu bisa mempertimbangkan dengan bijak penggunaan empeng bagi si kecil.

Cara Melepas Empeng

1.    Mulai memperhatikan anak agar meninggalkan kebiasaan mengempeng sampai usia 12 bulan dan maksimal 18 bulan.

2.    Mulai membuat batasan mengempeng, misalnya hanya boleh dilakukan sore hari atau saat malam.

3.    Bila anak sudah tidur segera lepas empengnya, dan jangan biarkan empeng selalu berada dekatnya.

4.    Kalau kebiasaan mengempeng saat mau tidur belum bisa diubah, ubah caranya dengan mengajaknya berbicara atau bacakan dongeng untuknya.

5.    Gunting ujungnya atau bikin rusak sedikit, agar anak sadar kalau empeng itu sudah tidak bisa terpakai lagi, atau “sensasi nikmat’ nya sudah hilang dari empeng.

6.    Jangan bawa empeng saat berpergian, atau mulailah stop penggunaannya. Memang awalnya masih rewel, tapi lama kelamaan anak bisa melewatinya. (DL)

foto: runningwithskissors.com