Waktu Terbaik Menambah Momongan

Baby & Kids - 09 Feb 2018

Ada pepatah banyak anak banyak rejeki. Mungkin ada benarnya, tapi apakah masih cocok diterapkan di jaman sekarang yang segala sesuatunya menuntut perjuangan?

Anak adalah anugerah Tuhan yang harus disyukuri dan dijaga dengan baik. Dengan hadirnya anak-anak keluarga akan serasa lengkap dan bahagia. Tiap-tiap pasangan ada yang merasa cukup hanya dengan dua anak saja, tapi ada juga yang mendambakan banyak anak. Sebelum berencana untuk punya anak lagi, sebaiknya pikirkan jarak yang tepat untuk kehamilan. Selain menjaga kesehatan sang ibu, hal ini juga berfungsi untuk mempersiapkan mental kedua pasangan. 

Gangguan Perilaku

Penelitian terbaru yang dilakukan Columbia University, New York, menunjukkan bahwa perempuan yang hamil lagi dalam kurun waktu kurang dari setahun bisa meningkatkan resiko bayinya mengalami gangguan perilaku. Bayi tersebut akan mengalami gangguan 3 kali lipat dalam perkembangannya. Ini dikarenakan tubuh sang ibu membutuhkan waktu pulih dari kehamilan sebelumnya. Selain itu menurut Dr. Keelly Cheslack, seorang ahli kandungan, mengatakan bila ibu mengandung kurang dari 1 tahun setelah melahirkan, maka si bayi memiliki peningkatan resiko tiga kali lipat untuk terkena autisme. Peneliti lainnya menemukan bahwa ada hubungan yang erat antar jarak kehamilan yang terlalu dekat dengan kekurangan nutrisi pada ibu hamil, terutama asam folat yang dibutuhkan selama kehamilan. Oleh karena itu setiap pasangan disarankan untuk memberi waktu yang cukup mengatur jarak kehamilan, setidaknya lebih dari satu tahun setelah kehamilan sebelumnya. 

Kesehatan Ibu 

Selain faktor di atas, faktor kesiapan pasangan dan finansial juga harus tetap diperhatikan. Untuk memulihkan kondisi rahim usai melahirkan membutuhkan waktu sekitar 2 tahun, apalagi jika kelahiran sebelumnya dengan operasi caesar. Bagi ibu sendiri, secara fisik alat-alat reproduksi belum kembali normal. Ada kemungkinan pada kehamilan tersebut, ibu mengalami gangguan komplikasi seperti diabetes gestasional (gula darah yang muncul saat kehamilan), preeklampsia (keracunan karena protein yang meningkat), dan anemia. Bila dalam masa kehamilan muncul gangguan gestasional, maka ibu tidak cukup sehat untuk melahirkan. Janin akan berada dalam kondisi rawan, karena semua asupan kebutuhan janin didapatkan dari ibu. Hal lainnya apakah sang ibu dan suami siap membesarkan anak mereka dengan jarak yang sangat berdekatan. Jika belum siap, ada baiknya menunda dulu dan jangan dipaksakan. Dengan adanya bayi lagi, si ibu akan kelelahan merawat bayi jika tidak ada yang membantu. Selain faktor fisik, waktu dan tenaga, finansial juga menjadi pertimbangan, apalagi membesarkan dua anak kecil sekaligus tentunya membutuhkan biaya yang besar. 

Waktu yang Tepat

Memberikan jarak pada kehamilan ternyata memberikan pengaruh yang cukup besar pada kesehatan dan psikologis ibu dan anak. Jarak yang aman untuk kehamilan yang paling baik adalah 3 sampai 5 tahun. Ketika ibu memutuskan ingin hamil lagi, pertimbangkan waktu yang tepat, walaupun mungkin ibu tergolong wanita sibuk dan menikah di usia 30 tahun (35 tahun keatas masa rawan melahirkan). Sebaiknya pada masa pertumbuhan, bayi berhak mendapat perawatan ekstra selama 2-3 tahun untuk memperoleh nutrisi memadai serta perhatian dan kasih sayang. Sementara rentang kehamilan yang singkat atau tak sampai 3 tahun akan membuat ibu mudah lesu, stres dan mudah terserang penyakit. Jarak minimum 3 tahun membuat orangtua mampu mempersiapkan kebutuhan anak dengan baik dan tidak terlalu kerepotan. Ini beda apabila jarak kehamilan hanya 1 atau 2 tahun. Bisa dibayangkan betapa repotnya orangtua mengatur sekaligus memperhatikan keperluan si buah hati. Jadi, aturlah jarak kehamilan yang aman demi menciptakan keluarga sehat dan harmonis. (DL)

foto: media.mlive.com