Astrid Tiar: Luangkan Waktu Untuk Pacaran

Celeblife - 07 Dec 2017

Setalah tiga tahun lamanya bermukim di London, Inggris,  Astrid Tiar kembali ke Indonesia. Sejak Desember 2014, pemilik nama lengkap Astrid Tiar Yosephine Panjaitan ini menemani suaminya, Gerhard Reinaldi Situmorang, menyelesaikan pendidikan S3-nya di London. Kepulangannya ke Indonesia tentu membawa banyak cerita tentang kehidupannya selama berada di negara yang terkenal dengan julukan Black Country tersebut. 

Kehidupan di London tentu saja berbeda dengan di Indonesia. Baik dari cuaca, budaya hingga sistem pendidikan. Selama di sana, Astrid melepas atribut keartisan yang melekat pada dirinya sejak tahun 2000, dan belajar menjadi ibu rumah tangga yang mandiri. Ya, selama tinggal di Indonesia, ibu dari Annabel (4) dan Isabel (1,5) ini mengakui banyak mendapat bantuan dari asisten rumah tangga. Namun, saat menetap di negeri orang, kedewasaannya kian terasah. Siap tak siap ia harus mandiri dalam hal mengurus anak-anak dan suaminya, termasuk melakukan pekerjaan rumah sendirian tanpa bantuan orang lain. Maklumlah, di Inggris honor asisten rumah tangga dan babysitter  sangat menguras kantong.  

“Semuanya aku kerjakan sendiri, beres-beres rumah, nyuci baju, nyetrika, masak, ke pasar dan lain-lain,” ucap Astrid. Lebih lanjut wanita kelahiran Jakarta, 12 Juli 1986 ini mengisahkan pengalamannya hidup di Inggris. “Karena serba sendiri dan tidak ada yang bantu-bantu, Aku pernah mengalami momen aku harus menenangkan Annabel yang menangis, sementara aku sedang menyusui adiknya, Isabel, sambil memasak! Atau momen kalau lagi ke pasar, tangan yang satu pegang stroller, tangan yang lainnya bawa belanjaan sambil menggendong Annabel, menggunakan transportasi umum pula. Ya bawa anak, bawa belanjaan, wow banget deh pokoknya,” cerita Astrid sambil tertawa.  

Meski mengaku repot, namun Astrid menerima kondisi itu dan menjalaninya dengan sungguh-sungguh. Tak pernah ada keluhan tentang hal tersebut. Kalaupun ada, tak lain adalah soal cuaca Inggris yang dingin. “Karena enggak kuat dingin, aku jadi migrain dan muntah-muntah. Di sana aku harus minum vitamin D biar sehat, karena tubuh kita butuh sinar matahari, nah di Inggris, sinar matahari itu sangat langka.”

Lima tahun membina perkawinan dengan Gerhard yang berprofesi sebagai dokter, rumah tangga Astrid jauh dari kabar miring. Karakter keduanya yang bagaikan langit dan bumi tersebut justru membuat mereka saling melengkapi. Astrid orang yang ‘ramai,’ doyan ngobrol dan suka memberikan kejutan pada pasangan. Sebaliknya, sang suami cenderung kaku. Bahkan Astrid menjulukinya “Si Kanebo Kering.” Karena itulah, untuk memberikan warna pada kehidupan perkawinannya Astrid bertindak proaktif dan agresif terhadap suaminya. Sebisa mungkin setiap hari, Astrid memberikan kejutan kecil pada Gerhard untuk mempermanis pernikahan mereka. “Setiap mau tidur aku selalu mikir bagaimana caranya bikin suamiku bahagia. Ya, besoknya aku masak makanan kesukaannya, kirim makanan ke kantornya, atau sekadar mengirim pesan singkat untuk mengingatkannya makan atau minum obat. Memberikan kejutan itu tak perlu harus kasih hadiah. Hal-hal kecil seperti yang biasa aku lakukan juga bisa kok,” ujar Astrid. 

Bagi bintang film Critical Eleven itu, kebahagiaan berumah tangga haruslah diusahakan dan diciptakan. Karena kebahagiaan tidak datang secara tiba-tiba. Karena itulah Astrid menitikberatkan pada pentingnya ‘our time’ untuk ia dan suami. “Kami harus menyempatkan diri untuk pacaran. Malam mingguan berdua, misalnya nonton, jalan-jalan, makan di luar. Di mobil kami pegangan tangan, yah pokoknya hal-hal kecil yang bisa bikin bahagia,” Astrid berbagi tips. (YU)