Cynthia Lamusu & Surya Saputra: Sabar yang Berbuah Manis

Celeblife - 14 May 2018

8 tahun terasa cukup panjang bagi Surya Saputra dan Cynthia Lamusu dalam menanti kehadiran buah hati yang menjadi dambaan setiap orangtua. Di awal pernikahan Cynthia dan Surya memang menikmati masa-masa berdua sebagai pengantin baru. Hingga 3 tahun pernikahan, pasangan ini mulai merindukan buah cinta. “Ada masa-masa sedih, melow dan saya menangis karena belum dikarunia anak,” ucap Cynthia, lirih. “Tapi Mas Surya selalu support. Dia (Surya) dengan lembut mengatakan, ‘Sabar, kita usaha lagi ya, sayang,’” kenang wanita kelahiran Jakarta, 12 April 1978. 

Berbagai ikhtiar dilakukan Cynthia dan Surya untuk mendapatkan anak. Cynthia mencoba inseminasi buatan sebanyak 2 kali namun mengalami kegagalan. Mereka bahkan sempat gonta-ganti dokter kandungan sebagai bagian dari upaya mendapatkan anak.  “Akhirnya kami sampai pada titik dimana kami merasa ikhlas. Ya sudah nikmati hidup. Kalau ditakdirkan hidup hanya berdua tanpa anak-anak, ya kami nikmati aja.”

Memasuki tahun ke 8 pernikahan, Cynthia dan Surya mencoba program bayi tabung. Doa dan harapan pasangan ini pun terkabul. Lewat program bayi tabung, Cynthia melahirkan bayi kembar, pada Minggu, 20 Nopember 2016, berjenis kelamin laki-laki dan perempuan. 

Nama yang Membawa Doa

Tak seperti umumnya orangtua yang menamai anak kembar mereka dengan nama yang mirip atau senada, Cynthia dan Surya sengaja memilih nama yang berbeda untuk anak kembarnya. Bayi laki-laki diberi nama Atharva Bimasena Saputra atau Bima, dan bayi perempuan bernama Ataya Tatjana Aisyah atau akrab disapa Tatjana atau Tatiana. “Kami memilih nama yang masing-masing punya ciri dan karakter yang khas. Ataya Tatjana Aisyah artinya anugerah pemberian Allah, putri cantik, baik hati, berakhlak mulia. Sedangkan Atharva Bimasena Saputra artinya anugerah pemberian Allah, anak laki-laki yang perkasa, berani dan kuat, mempunyai sifat adil dan bijaksana. 

Bagi Cynthia, nama adalah doa dan membawa asa tersendiri bagi sang buah hati. Dulu Bima harus berjuang 1 bulan 3 hari di ruang NICU usai dilahirkan. Cynthia mengurai cerita bahwa Tatjana lahir dengan berat 2.100 gram, sementara Bima lahir dengan berat lebih rendah, 1.200 gram. “Penyebabnya asupan makanan untuk Bima terhambat saat dalam kandungan, Sehingga pertumbuhan Bima tidak berkembang di trimester 3,” jelas Cynthia. “Alhamdulillah, Bima kuat menghadapinya, seperti arti namanya.”

Nikmatnya Jadi Ibu

Menikmati peran sebagai seorang ibu membuat Cynthia fokus pada keluarganya.  Prioritasnya kini mengurus Si Kembar, Bima dan Tatjana. Personil B3 ini sengaja mengurangi dunianya di dunia tarik suara. Itu dilakukannya demi bisa merawat dan membesarkan sendiri anak-anaknya. Cynthia mengaku menikmati saat-saat mengasuh Bima dan Tatjana dengan segala kerepotannya. “Walau capek tapi saya enjoy banget,” ucap Cynthia, sumringah. Bahkan ia sempat berniat mengehentikan karir bermusiknya demi buah hati. Namun seiring berjalannya waktu, Cynthia ternyata mampu menjalani semuanya dengan baik dan tanpa kendala berarti. “Walau fokus merawat anak, tapi saya masih bisa menjalani karir. Mas Surya juga sangat mendukung. Ia tidak pernah meminta aku untuk berhenti menyanyi,” jelas wanita yang juga dikenal sebagai pemilik usaha kuliner online,  Nasi Kepel Dapur Mama Thia.

Si Kalem dan Si Pencemburu

Semakin hari perkembangan Tatjana dan Bima semakin membanggakan Cynthia dan Surya. Ada saja tingkah lucu yang dilakukan si kembar yang sukses membuat Mama Cynthia dan Papa Surya merasai gemas. Salah satunya adalah ketika Tatjana menunjukkan rasa cemburunya terhadap Bima. “Saat itu Bima sedang belajar jalan. Tatjana cemburu melihat Bima mendapat perhatian lebih dari saya dan Mas Surya. Tatjana jadi lebih rewel, uring-uringan. Tatjana kemudian berakting, belajar jalan sambil tertarih-tatih untuk mendapat perhatian mama dan papanya,” ucap Cynthia, tergelak.  

Meski kembar, namun Bima dan Tatjana ibarat dua kutub yang berbeda. Perbedaan tersebut seolah menjadi magnet yang menarik perhatian semua orang. Bima anak yang kalem, serius dan sensitif. Sedangkan Tatjana ceriwis, centil, ekspresif dan pencemburu. Dan seperti umumnya yang dihadapi orangtua dari anak kembar, bersikap adil merupakan tantangan yang harus dijawab pasangan harmonis ini. Cynthia dan Surya berusaha dan terus belajar untuk bersikap adil kepada dua buah hatinya. Sebisa mungkin mereka tidak membeda-bedakan antara Tatjana dan Bima. Baik itu dalam pola asuh maupun perhatian yang diberikan. Bahkan dalam hal porsi menggendong dan posisi tidur sehari-hari.  “Kadang-kadang aku juga mengingatkan Mas Surya, ‘Yang Bima kayaknya jarang digendong sama kamu? atau sebaliknya'," ujar Cynthia. “Saat kita tidur, posisinya bergantian. Malam ini Saya sama Tatjana dan Papa Surya sama Bima, besoknya gantian. Gitu terus. Ya, biar adil.”

Ayah Siaga

Memiliki anak kembar menjadikan Surya sebagai ayah siaga. Hal itu pun diakui oleh Cynthia. Bahkan, sebelum anak kembarnya lahir, Surya memang sudah bersikap siaga menjaga sang istri yang tengah hamil. “Mas Surya sering ditegur satpam gara-gara masuk toilet wanita untuk membersihkan toilet yang hendak digunakan istrinya saat mereka berada di mal. Katanya kasihan kalau aku yang harus membungkuk membersihkan toilet.” Surya juga rela tidak tidur malam demi menjaga sang istri agar tidak digigit nyamuk. Duuh, romantis banget ya Papa Surya! Setelah lahir buah hati mereka, sikap siaga Surya semakin menjadi-jadi. Setiap pulang kerja, tanpa kenal lelah Surya selalu menyempatkan diri menggendong anak-anaknya. “Saat di rumah, Mas Surya nyaris total menemani kami. Gantian menggendong anak-anak meski dia nggak boleh lama menggendong karena ada cidera punggung," kata Cynthia. 

Meski lelah dan merepot mengurus anak-anak, pasangan Cynthia dan Surya mengaku merasa sangat bahagia dan menikmati semua proses yang berjalan. Saat ditanya kapan mau menambah momongan lagi, Cynthia pun menjawab, “Saat ini kami sedang menikmati merawat dan membesarkan anak-anak.” (YU)