Bantu Pendidikan Anak Kurang Beruntung

Citybuzz - 08 Jun 2018

Di bulan suci Ramadan ini, Kodomo Challenge, program edukasi untuk anak usia dini menggelar kegiatan Kodomo Challenge Berbagi untuk membantu pendidikan anak kurang beruntung. Donasi senilai Rp100 juta diserahkan ke Yayasan Bina Matahari Bangsa, yayasan yang membantu anak-anak jalanan dalam memenuhi haknya akan pendidikan, kesehatan, dan perlindungan dari kekerasan.

“Bulan Ramadan adalah momen yang tepat untuk berbagi dan merupakan kewajiban kita sebagai makhluk sosial untuk membantu sesama. Kegiatan Kodomo Challenge Berbagi merupakan bentuk tanggung jawab sosial kami di bidang pendidikan. Dengan menyalurkan donasi ke Yayasan Bina Matahari Bangsa, kami berharap anak-anak jalanan tetap dapat menikmati pendidikan yang layak. Kami ingin mengajak masyarakat untuk ikut dalam kegiatan ini. Dengan berlangganan program edukasiKodomo Challenge, berarti Anda turut membantu membiayai pendidikan anak-anak yang kurang beruntung,” ujar Managing Director Janki Cahyadi pada saat penyerahan donasi di Yayasan Bina Matahari Bangsa hari ini. 

“Kami mengucapkan terima kasih banyak kepada Kodomo Challenge yang telah mempercayakan donasinya ke Yayasan Bina Matahari Bangsa untuk pendidikan anak jalanan. Saat ini lebih dari 100 anak jalanan berusia 5-19 tahun dibina Yayasan Bina Matahari Bangsa. Sebagian dari mereka mengikuti sekolah gratis, program kejar paket  A dan B yang  diselenggarakan  oleh Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat  Bina Matahari Bangsa.  Kami juga memiliki rumah singgah atau panti asuhan, membangun kelompok belajar mandiri, memberikan pendidikan informal dan melakukan kampanye perlindungan anak jalanan,” ujar Ketua Umum Yayasan Bina Matahari Bangsa Tian Bahtiar.

Kegiatan Kodomo Challenge Berbagi tidak akan berhenti di momen Ramadhan ini. Kodomo Challenge juga akan melakukan kegiatan serupa untuk membantu yayasan lain yang membutuhkan, khususnya Yayasan yang peduli terhadap pendidikan anak.

“Kami berharap kegiatan ini dapat menginspirasi banyak orang untuk turut andil dalam membantu pendidikan anak-anak kurang beruntung, karena setiap anak berhak mendapatkan pendidikan yang layak demi meningkatkan kualitas hidupnya,” tutup Janki Cahyadi. (red)