Sadar Hipertensi Lewat Pengukuran Tekanan Darah Secara Rutin

Citybuzz - 09 Aug 2018

PT. Omron Healthcare Indonesia dan Indonesian Society of Hypertension bermitra untuk terus meningkatkan kesadaran terhadap penyakit hipertensi di Indonesia. Salah satunya melalui kampanye “Bulan Tekanan Darah/May Measurement Month” dan gerakan mengukur tekanan darah secara rutin di rumah (home monitoring).

 

Hipertensi merupakan penyakit yang dapat menyebabkan komplikasi atau penyulit lanjut seperti stroke, penyakit jantung koroner dan gagal ginjal. Semua penyakit ini membutuhkan biaya yang sangat besar dan jumlah penderitanya meningkat dari tahun ke tahun. BPJS Kesehatan mencatat, sepanjang semester 1/2017 telah mengeluarkan dana Rp. 12,7 triliun untuk membiayai penyakit berbudget besar, seperti penyakit jantung, stroke, kanker, gagal ginjal, dan sebagainya.

 

dr. Tunggul D. Situmorang SpPD-KGH, Ketua Perhimpunan Dokter Hipertensi Indonesia atau Indonesian Society of Hypertension (InaSH) berkata, “Hipertensi dapat menyebabkan kerusakan organ tubuh yang mempunyai pembuluh darah, antara lain jantung, ginjal dan otak. Karena hipertensi adalah silent killer, diperlukan upaya bersama secara berkelanjutan dalam rangka semakin meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya hipertensi. InaSH bersama mitra kami, PT Omron Healthcare Indonesia, berpartisipasi dalam program mengukur tekanan darah jutaan orang di dunia, termasuk di Indonesia, melalui “May Measurement Month” yang merupakan inisiatif International Society of Hypertension. Selain itu kami juga gencar mengkomunikasikan pentingnya pengukuran tekanan darah secara rutin di rumah.”

 

Dalam kampanye “May Measurement Month 2017”, lebih dari 70.000 orang di 34 propinsi di Indonesia telah menjalani pengukuran tekanan darah. Pada “May Measurement Month 2018”, lebih dari 120.000 orang di 27 propinsi berpartisipasi dalam program ini, dan saat ini InaSH masih menganalisis hasilnya. Program pengukuran tekanan darah akan terus berlanjut untuk menjangkau lebih banyak lagi masyarakat untuk berpartisipasi.

 

dr. Bambang Widyantoro, Sp.JP, PhD, Ketua Panitia “May Measurement Month” tahun 2017 dan 2018, menyampaikan, “Data pengukuran tekanan darah lebih dari 70.000 masyarakat Indonesia selama bulan Mei 2017 menunjukkan bahwa 1 dari 3 orang dewasa dengan rerata usia 41 tahun mengalami peningkatan tekanan darah, dan 1 dari 6 orang sudah mengkonsumsi obat penurun tekanan darah. Secara “awareness”, 1 dari 10 orang baru pertama kali mengetahui bahwa tekanan darahnya di atas normal. Hal penting yang harus menjadi perhatian adalah sebanyak 7.7% dari penderita hipertensi sudah pernah mengalami stroke, 15.7% juga menderita penyakit jantung koroner, dengan lebih dari 19% masih merokok aktif dan 16.2% dari penderita hipertensi juga menderita diabetes. Survey ini juga menunjukkan bahwa hipertensi terbukti meningkatkan risiko stroke 11 kali lebih tinggi dan risiko serangan jantung koroner 8 kali lebih tinggi dibandingkan dengan yang tekanan darahnya normal. Oleh karena itu, semua orang dewasa diharapkan untuk melakukan pengukuran tekanan darah secara rutin, terutama penderita hipertensi agar dapat memantau target pengendalian tekanan darahnya dengan melakukan pengukuran di rumah, dan selalu berkonsultasi dengan dokter yang merawat, agar dapat menurunkan risiko komplikasi akibat hipertensi.”

 

“Dalam melakukan pengukuran tekanan darah secara berkala di rumah, sangatlah penting untuk memahami teknik pengukuran yang benar. Yang dianjurkan adalah pengukuran pagi hari saat bangun tidur dan malam hari sebelum tidur, dengan 2-3 kali pengukuran selang 1 menit pada masing-masing waktu. Sebaiknya dilakukan dalam posisi duduk bersandar, posisi lengan atas sejajar dada, dengan pemasangan kain lengan (cuff) yang tepat di lengan atas,” lanjut dr. Bambang.

 

Yoshiaki Nishiyabu, Marketing Director, PT. Omron Healthcare Indonesia, berkata, “Kami mendukung InaSH dalam menyampaikan pesan kesehatan terkait bahaya penyakit hipertensi serta kesadaran untuk melakukan pengecekan tekanan darah secara rutin di rumah (home monitoring). Hal ini sejalan dengan komitmen Omron yang menargetkan masyarakat bebas dari penyakit hipertensi, serangan jantung dan stroke melalui kampanye Generation Zero. Terkait dengan hal ini kami menciptakan teknologi yang mendorong masyarakat melakukan pengecekan tekanan darah rutin yang mudah, terjangkau, akurat dan nyaman di rumah.”

 

Aria Verdin, Commercial Manager, PT. Omron Healthcare Indonesia, berkata, “Sebagai bagian dari perusahaan bidang otomatisasi industri, yang didasari oleh teknologi Sensing and Control + Think, Omron Healthcare Indonesia selalu berinovasi dalam teknologi alat-alat kesehatan digital. Sebagai salah upaya mendukung tercapainya masyarakat yang lebih sehat serta bebas dari hipertensi, Omron memperkenalkan alat pengukur tekanan darah digital terbaru kami, yaitu Omron HEM 7600T yang merupakan pengembangan terkini dari solusi teknologi alat pengukur tekanan darah digital. HEM 7600T hadir tanpa selang penghubung (tubeless)antara kain lengan (cuff) dengan mesin tensimeter digital, sehingga semakin memberikan kepraktisan dan kemudahan dalam mengukur tekanan darah secara rutin di rumah. Selain tindakan pengukuran, pencatatan dan penyimpanan data hasil pengukuran tekanan darah pun sangat penting agar masyarakat dapat mengetahui informasi tekanan darah secara lengkap dengan mudah dan akurat, yang mana hal ini terdapat dalam Omron HEM 7600T.”

 

Omron HEM 7600T dilengkapi dengan teknologi Omron Intelli Wrap Cuff yang menjamin keakuratan hasil pengukuran tekanan dari posisi lengan atas manapun. Produk ini dapat digunakan untuk rata-rata tiga kali pengukuran tekanan darah secara berturut-turut selama 10 menit. Omron HEM 7600T terhubung dengan aplikasi Omron Connect sehingga memungkinkan pengguna mentransfer data tanpa kabel dari alat pengukur tekanan darah digital ke smartphone pengguna atau perangkat genggam lainnya. Data ini kemudian dapat diakses kapan saja untuk memberikan informasi tekanan darah pengguna. Memori HEM 7600T dapat menyimpan hingga 100 data pengukuran tekanan darah untuk dua pengguna. (Red)