Cara Menghadapi Anak Yang Suka Melawan

Fatherhood - 07 Jan 2019

Kesal rasanya mempunyai anak yang suka membantah atau bahkan melawan. Sampai-sampai, kita orangtua menjadi geregetan tak sabar, dan bahkan ada yang ingin memukul. Bila sudah terjadi, ada baiknya kita tetap berusaha memperbaiki dan tetap mendidik anak dengan kasih sayang. 

Saat berbagi cerita dengan orangtua lain, sepertinya kita tidak sendirian menghadapi anak-anak yang terkesan bandel. Ada-ada saja ulah ‘nakal’ anak, mulai dari lari-larian ke sana ke mari, berteriak-teriak, memecahkan barang kesukaan, atau bahkan bertengkar dan memukul dengan teman sebayanya. Itu semua mereka lakukan spontan, karena anak belum tahu batasan-batasan yang baik dan benar. Apalagi anak di usia 2 sampai 5 tahun, secara kejiwaan mereka sedang bertumbuh dan berusaha menyerap berbagai informasi dari lingkungan sekitarnya. Yang perlu kita lakukan sebenarnya adalah memberitahunya secara baik-baik. Ingatlah bahwa mendidik anak bukan hal yang mudah, perlu memberi pengertian, serta melalui proses yang terus menerus.  

Lihat Sekitar

Bila anak nakal, jangan terburu-buru menyalahkan. Ada baiknya kita lihat lingkungan sekitar, dan dimulai dari diri kita dulu. Apakah kita juga seseorang yang pemarah dan mempunyai sifat yang keras? Pepatah bilang, buah tidak jatuh jauh dari pohonnya. Artinya kita dan anak akan punya kemiripan. Ini terjadi bila kita memiliki hati yang keras, sukar dinasehati, tentu secara tidak langsung akan juga terlihat pada anak. Bila kita menghadapi anak pembangkang, cobalah introspeksi diri, mungkin selama ini ada pola asuh kita yang salah, tidak disukai anak, seperti dengan membentak-bentak atau terlalu kasar.

Tidak Egois

Pada dasarnya, kebutuhan anak tidaklah banyak, karena masih berpusat pada keinginan mereka sendiri. Misalnya anak begitu egois, sehingga tidak membolehkan orang lain menyentuh mainannya, termasuk kita. Atau sekedar memaksa dibelikan makanan kesukaannya, yang kalau tidak dituruti mereka akan merengek. Justru dalam hal ini kita bisa mengajari anak untuk bersikap tidak egois, dan mengajarkan bahwa tidak semua keinginan dapat dipenuhi. Tetapi bila hal yang disukainya menyangkut hobi, sebaiknya sebisa mungkin kita dukung.

Tidak Memaksa

Memberitahu sesuatu pada anak tentang prinsip-prinsip dan moral hidup itu perlu waktu dan tenaga. Namun dalam mengajarkan hal ini kita harus sabar, lemah lembut, tanpa ada unsur pemaksaan. Selain itu yang perlu ditekankan di sini adalah ‘mengajak’ anak, bukan menyuruh secara paksa. Saat kita menyuruh, berarti kita meminta anak untuk harus melakukan sesuatu yang diperintahkan, segera. Kalau mengajak, sifatnya meminta anak untuk mengikuti namun tidak memaksa. DI sini kesadaran anak harus timbul sendiri. Bila anak belum mengerti, berilah pengertian secara halus dan terus ulangi sampai mereka paham akan maksud kita. Selamat mencoba, ya! (DL)

 foto: thefirmformen.com