Manfaat Istimewa Pijat Bayi

Fatherhood - 07 Nov 2017

Bukan hanya orang dewasa saja yang merasakan manfaat dari pijat, bayi juga ikut merasakannya. Apalagi ternyata pijat sangat bermanfaat untuk kesehatan bayi. Apa saja? - 

Bagi bayi, pijat bukan hanya sekedar terapi dan relaksasi, namun memiliki begitu banyak manfaat. Pijat bisa membuat otot bayi lebih kuat, imunitas meningkat, menaikan berat badan, mengurangi rasa sakit dan membuat tidurnya lebih lelap. Selain itu, pijat bayi juga mampu merangsang otot motoriknya, memberinya kekebalan tubuh, menurunkan hormon kortisol (hormon stres), meningkatkan sirkulasi darah, mencegah sembelit, dan membuatnya lebih rileks. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa bayi prematur yang dipijat 3 kali sehari selama sepuluh hari, ternyata dapat menaikan berat badannya hampir 50 persen, menjadi lebih aktif dan bisa meninggalkan rumah sakit 6 hari lebih cepat dari bayi prematur lainnya. Wow, istimewa sekali bukan manfaatnya?

Ikatan Erat

Selain bermanfaat bagi kesehatan, ternyata pijat bayi juga dapat menaikan hormon oktosin pada ibu. Sekedar info, hormon oktosin ini awalnya sangat membantu di proses kelahiran, namun pada saat bayi sudah dilahirkan, hormon ini juga berguna untuk mempererat ikatan yang erat antara ibu dan bayi. Banyak peneliti percaya bahwa sentuhan ibu pada bayinya sendiri dapat membantu memperkuat pondasi hubungan mereka di masa mendatang. Dengan memberi pijatan, Si Kecil akan menjadi lebih kalem, tidak gampang rewel, frekuensi menangisnya pun jadi berkurang dan tidurnya jauh lebih nyenyak. 

Menstimulasi Pertumbuhan

Pada dasarnya, tujuan dari pijat bayi adalah untuk mengoptimalkan pertumbuhan dengan cara memberikan stimulasi raba, gerak dan stimulasi lainnya. Durasi memijat bayi biasanya dilakukan 10 sampai 15 menit dan sebaiknya dilakukan secara rutin 3 kali dalam sehari. Saat ibu atau terapis memijat bayi, sentuhan tersebut akan mengirimkan sinyal kepada kelenjar pituitary di dalam otak bayi. Kemudian HGH (Human Growth Hormone) yang merupakan hormon pertumbuhan manusia akan dilepaskan, yang artinya akan membantu bayi dalam tumbuh kembangnya. Selain itu, pijatan mampu merangsang sistem imunitas pada bayi, yang dapat mengurangi sakit perut, pilek, nyeri pada gusi dan rahang selama proses pertumbuhan gigi. 

Usia yang Tepat

Sejumlah ahli mengatakan bahwa pijat pada bayi sebaiknya dilakukan setelah bayi melewati usia 3 bulan. Ini dikarenakan fisik bayi tidak lagi terlalu lemah untuk dipijat. Namun ada juga beberapa orang yang beranggapan, pijat bayi juga aman dilakukan mulai usia beberapa minggu saja,dengan alasan pijatan dapat membantu bayi melewati masa transisi mereka dari rahim ke dunia barunya. Nah bagi orangtua yang belum terbiasa memijat, jangan ragu untuk membawanya ke ahli pijat bayi/terapis pijat bayi atau berkonsultasi dulu dengan dokter dan tenaga medis terlatih. Seiring dengan perkembangan zaman, pijat bayi tidak lagi dilakukan oleh dukun beranak, melainkan disediakan di rumah-rumah sakit, klinik tumbuh kembang anak, baby spa, ataupun tenaga medis yang khusus membuka praktek pijat khusus untuk bayi. 

Cara Memijat 

Pijat pada bayi bisa dilakukan dengan usapan-usapan yang lembut pada lengan, kaki dan telapak kakinya. Kemudian lanjutkan di bagian dada, perut, punggung dan wajah bayi. Sebelum memijat, jangan lupa membersihkan tangan dan jangan memakai perhiasan seperti gelang dan cicin yang dapat menggores kulit bayi. Baringkan bayi di atas tempat yang lembut dan nyaman. Untuk memijat, kita bisa memakai lotion bayi, minyak telon, minyak zaitun, minyak almond atau minyak kelapa. Bagian-bagian tubuh yang perlu dihindari saat memijat adalah tungkai, leher, ubun-ubun, pangkal paha dan lengkungan lengan. Selain itu hindari juga memijat bayi ketika sedang sakit atau baru selesai makan dan menyusui. Perlu diingat bila bayi menangis, jangan lanjutkan pijatan, karena mungkin ia merasa tidak nyaman dan lanjutkan saja di hari berikutnya. Jika pijat dilakukan di pagi hari, lanjutkan dengan memandikan bayi. Namun jika dilakukan di malam hari, sehabis memijat cukup bersihkan bayi dengan air hangat. Selama memijat, ajaklah bayi bicara dan tatap matanya. Tunggu apalagi, yuk berikan pijatan istimewa untuk bayi Anda! (DL)

Tips Aman Memijat Bayi

1. Menciptakan suasana nyaman dan santai. Usahakan bayi dalam keadaan rileks, tidak sedang mengantuk dan tidak menangis. 

2. Melakukan peregangan dengan meluruskan lutut bayi yang telah terlentang. Peregangan bisa dilakukan dengan memutar pangkal lutut bayi ke kiri dan kanan secara perlahan.

3. Perlu diingat, kaki bayi tidak bisa sembarangan dipijat. Cara aman yang bisa dilakukan adalah menggenggam kedua kaki dengan satu tangan. Gerakan ringan, usap sepanjang kaki bayi mulai jari hingga pinggul secara berulang-ulang.

4. Untuk bagian perut, ibu bisa menggunakan ujung jari saja. Ini agar perut bayi tidak mendapat tekanan berlebih. 

5. Pijatan pada lengan bayi dilakukan secara bergantian dari kanan dan kiri. Selain itu pijat juga satu persatu jari bayi secara pelan.

6. Pada bagian punggung, posisikan bayi dalam keadaan telungkup, sehingga kita mudah memijat bagian ini. 

7. Untuk bagian wajah, lakukan pijatan kecil di sekitar kepala bagian depan dengan jari tangan. Selain itu usap juga telinga, bagian bawah mata, pipi dan dagunya. (DL)

foto: west-dunbarton.gov.uk