Mendisiplin Anak Tanpa Hilang Kontrol

Fatherhood - 08 Jan 2019

Seorang ayah memang dituntut tegas untuk mengarahkan anak-anaknya agar menjadi tertib dan patuh. Anak yang baik memang memiliki dua standar tersebut: tertib dan patuh. Tapi terimakasih pada lingkungan bermain dan campur-tangan orangtua yang kadang membuat mereka menjadi luarbiasa manjanya (dan kadang cuek dengan Anda). Memukul dan membentak mereka jelas bukanlah cara yang bijak. Ada beberapa cara agar Si Kecil tak manja dan tetap tertib pada keinginan Anda.

Antisipasi dengan tenang

Jika Si Kecil tipikal karakter yang mudah mengamuk (alias tak mau mengikuti petunjuk Anda), tetapkan diri Anda untuk berjaga-jaga di sampingnya. Jangan sampai rasa frustrasinya membuat anak lain yang disekitar menjadi korban amukannya. 

Konsekuensi alami

Biarkan Si Kecil belajar menanggung konsekuensi atas perbuatannya sendiri. Kuatkan hati Anda saat melihat Si Kecil bersedih hati dan jangan coba membuat hal yang dialaminya jadi enteng. Tak perlu repot-repot mengangkat tudingan jari telunjuk Anda untuk membuatnya semakin merasa menderita.

Diamkan

Berat memang mendiamkan Si Kecil yang sedang lucu-lucunya, tapi ini harus Anda lakukan karena bisa menjadi sangat efektif. Dengan mendiamkannya dirinya akan merasa bahwa apa yang dilakukannya salah. Ini akan membiasakan dirinya langsung mengerti sebab Anda bersikap diam padanya.  Jika masih tak sadar, Anda harus menjelaskannya dengan bahasa sederhana tapi tegas (bukan keras).

Arahkan kembali

Gunakan semua energi Si Kecil untuk melakukan aktivitas positif lain yang Anda inginkan. Misalnya saja, jika dirinya menyiramkan air laut ke teman mainnya saat bermain di pantai, langsung pisahkan Si Kecil dengan  membawanya ke tempat lain. Biarkan dia memainkan pistol airnya. Dia masih bermain dengan arahan yang Anda inginkan.

Yang Harus Lakukan :

Disiplin dengan Hati

Mengalaskan semua tindakan tegas disiplin Anda diatas rasa kasih sayang ke Si kecil adalah alasan utama.

  1. Camkan dalam kepala bahwa semua tindakan disiplin Anda bukan untuk menyakiti hati Si Kecil, melainkan karena tujuan agar dirinya bisa menjadi pribadi yang tertib.
  1. Lihat kondisi karakter Si Kecil, apakah ia cocok dengan metode disiplin yang Anda terapkan padanya atau tidak. Ada beberapa karakter anak yang tak cocok didisiplin dengan keras. Itu terlihat dari sikap dan tingkah-lakunya setelah ia menjalani disiplin Anda tersebut. Jadi jangan paksakan metode yang Anda anggap benar dengan berkepanjangan.

  1. Hati-hati mengatur emosi Anda saat mendisiplin dirinya. Kesabaran yang ekstra sangat diperlukan. Satu yang harus diingat, jangan menganggap jalan pikiran Si Kecil sudah sama persis dengan tingkat pemikiran Anda. Oleh karena itu buang teriakan Anda sejauh-jauhnya dari hadapannya karena ia bisa mencontohnya di kemudian hari. (red)
foto: squarespace.com