A Joy Story, Film Pendek Sarat Makna

Film - 16 Apr 2018

Sesuatu yang kita anggap buruk, boleh jadi sebenarnya tidak benar-benar buruk, karena kita tak tahu apa yang melatarbelakanginya. Maka jangan terlalu cepat menilai suatu hal. Hal ini jelas terlihat dalam animasi A Joy Story, produksi dari Negeri China ini. 

Dalam cerita, si anjing marah, mengusir si burung bangau yang dia lihat mencuri, padahal ternyata si bangau mencuri umpan cacing untuk makan anak-anaknya. Si majikan kesal kepada si anjing, karena menganggap si anjing berisik hingga membuat ikan kabur, padahal si anjing hanya berusaha menjaga umpan milik majikannya. Saat majikan melihat bangau yang mencuri, dia mengusir bangau, dan anjing tampak merasa senang dan bangga, merasa telah berbuat kebaikan, tapi saat si anjing tahu kenyataannya, dia tampak menyesal. Beberapa pelajaran yang bisa diambil dari film yang berhasil memenangkan piala Oscar untuk kategori film pendek adalah sebagai berikut: 

1. Berbuat baik tidak akan menyebabkan kerugian, justru akan mendatangkan kebaikan lainnya.

Meski awalnya si anjing kesal kepada si bangau, tapi saat dia tahu bahwa bangau hanya butuh makan untuk anak-anaknya, si anjing bahkan memberikan sebagian umpan untuk bangau, dan akhirnya anak-anak bangau bisa makan dan si anjing pun senang karena bisa menolong bangau. Si bangau pun sebagai ungkapan terima kasih, dia memberikan ikan yang banyak, hingga si anjing dan majikan juga senang.

2. Keburukan tidak harus dibalas dengan keburukan. Tak ada kata terlambat untuk berbuat kebaikan.

Meski si anjing sempat berprasangka buruk pada bangau, tapi saat anjing melihat faktanya, dia tetap tak sungkan membantu bangau, si anjing mau mengubah dirinya, menjadi lebih baik, membantu si bangau yang sempat mencuri umpan milik majikannya, hal ini membawa kebaikan bagi anak-anak bangau, mereka bisa makan.

Si bangau, meski sempat diusir si anjing dan majikan, dia tetap membalas kebaikan si anjing dengan memberikan banyak ikan, dan hal ini membawa kebaikan bagi anjing maupun majikan, mereka berdua sama-sama senang.

3. Orangtua, terutama ibu, seringkali rela melakukan apapun demi memenuhi kebutuhan anaknya, seperti bangau dalam film ini.

At the end, semuanya menjadi baik, tidak bermusuhan, meski di awal sempat saling kesal. Demikianlah hidup, hal seperti ini sangat dekat dan sering terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari, bisakah kita bersikap seperti si anjing dan si bangau? Memaafkan keburukan yang dilakukan, memperbaiki diri dan berbuat baik tanpa berhitung? (Wyn)

Info Film:

Genre: Animasi, Family

Durasi: 4 Menit

Sutradara: Kyra Buschor & Constantin Paeplow