Menjadi orangtua tunggal atau single parent pastinya bukan impian semua orang. Namun saat kondisi itu terjadi, mau tidak mau kita harus menjalaninya. Segala hal harus dilakukan secara matang dan terencana, termasuk urusan keuangan.

Being single parent is not the end of the world. Menjadi orangtua tunggal bukanlah akhir dari dunia. Faktanya, Anda tidak sendiri. Banyak orang lain yang juga mengalami hal serupa, apakah karena ditinggal pergi pasangan, pasangan meninggal dunia, atau kasus perceraian. Jangan egois memikirkan perasaan sendiri, ingat ada anak yang menjadi tanggung jawab kita. Demi mereka, kita harus tetap ‘tegak’ berdiri dan berjuang untuk memberikan penghidupan yang layak bagi anak-anak.            

 

“Sisi positifnya, saya masih memiliki tiga anak yang lucu dan pintar. Sepulang bekerja, melihat tingkah mereka yang polos selalu membuat saya terharu. Mereka adalah korban keegoisan.Saya mungkin tidak akan kuat menjalani hari demi hari tanpa mereka,” ujar Derry Iskandar, karyawan sebuah bank swasta di Depok. Istri Derry tiba-tiba pergi meninggalkan keluarganya pertengahan tahun 2017 lalu. Sejak saat itu, praktis Derry hanya tinggal bersama 3 anak yang masih balita. Untungnya Ibu Derry mau membantu mengurus para cucunya itu bersama seorang pengasuh saat Derry bekerja. Bahkan ibu Derry rela pindah ke rumah anak pertamanya itu.  

 

Sejak saat itu, Derry praktis menjadi single parent bagi ke-3 anaknya. Soal pengasuhan mungkin ia banyak dibantu oleh ibunya, lantas bagaimana untuk urusan keuangan? “Harus diakui, agak berat memang. Karena dulu istri saya bekerja, sehingga urusan keuangan banyak terbantu. Nah sekarang, mau tidak mau saya harus sendirian menjadi tulang punggung keluarga,” kata Derry. Lalu apa yang harus dilakukan agar keuangan single parent bisa tetap stabil? Simak tips berikut ini:

1. Buat Asuransi Kesehatan untuk Semua Anggota Keluarga

Kesehatan adalah investasi terbesar saat ini. Sakit itu mahal biaya pengobatannya. Jika ada BPJS lebih bagus lagi. Sebaiknya pilih asuransi kesehatan yang sekaligus bisa untuk investasi. Asuransi kesehatang sangat penting bila ada anggota keluarga yang harus menghadapi tindakan medis tak terduga. Jika perusahaan tempat Anda bekerja memberikan fasilitas ini, perhatikan sampai berapa anak yang ditanggung. Umumnya kantor hanya akan menanggung dua anak saja. Jadi jika anak Anda lebih dari dua, sisanya dengan asuransi kesehatan pribadi.

2. Siapkan Dana Cadangan

Dana cadangan fungsinya bila sewaktu-waktu diperlukan, Anda tak perlu meminjam atau berhutang. Sebagai satu-satunya sumber nafkah bagi keluarga, mungkin ini akan sulit dilakukan. Kerahkan segala kemampuan Anda untuk menyediakan pos ini. Bisa dari mengurangi jajan di luar, membawa bekal ke kantor, atau naik kendaraan umum yang lebih murah biayanya, dibandingkan membawa kendaraan sendiri. Berapa dana cadangan yang harus disiapkan? Agar kondisi keuangan keluarga aman, setidaknya simpan dana setara dengan 6 bulan pendapatan Anda. Jika bisa, 8 bulan akan lebih baik lagi.

3. Pilah Antara Keinginan, Kebutuhan dan Kewajiban

Yang mana yang Anda lebih urgent, bayar uang sekolah atau membawa anak-anak berwisata? Tentunya membayar uang sekolah adalah hal yang wajib bukan? Bukan berarti berwisata bersama anak tidak penting, namun jalan-jalan bersama anak bisa dilakukan di kompleks rumah atau taman, misalnya. Jadi kedekatan bersama anak tercapai, tanpa harus mengeluarkan uang banyak. Bila perlu, siapkan bekal untuk piknik bersama-sama. Pandai-pandailah memilah tiga hal ini, agar Anda terbiasa menyiapkan dan mengeluarkan dana untuk hal yang lebih penting.

4. Ajarkan Anak tentang Melek Finansial

Jika anak-anak sudah agak besar, ajari mereka juga tentang keuangan sederhana. Misalnya bagaimana mereka mengelola uang bulanan agar bisa menabung dan sebagainya. Ajak mereka berdiskusi tentang rencana keuangan keluarga. Tak ada salahnya juga meminta saran mereka terkait keuangan. Jangan remehkan anak-anak jaman sekarang lho! Secara tak langsung, dengan mengajari anak-anak soal keuangan, maka Anda telah mengajarkan mereka juga untuk menghargai uang. Hal ini penting agar mereka tidak boros dan mau disiplin dengan rencana keuangan yang telah dibuat.

5. Cari Tambahan Pendapatan

Mungkin ini terdengar mustahil untuk dilakukan. Sudah harus menjaga anak, bekerja dari Senin hingga Jumat (beberapa orang bahkan harus bekerja juga di hari Sabtu), masih harus mencari tambahan pekerjaan lain. Percayalah, memang sulit, tapi bukan mustahil untuk dijalani. Lakukan pekerjaan tambahan ini dari rumah, saat Anda tetap bisa bersama anak-anak. Membuka toko online adalah cara termudah. Ajak anak-anak untuk membantu membungkus paket jika perlu. Intinya, cari pendapatan lain yang tidak mengorbankan waktu bersama anak. Kebersamaan tetap harus terjaga.

Alternatif Bisnis Sampingan Bagi Single Parents

Wanita: Bisnis yang bisa dilakukan sambil mengasuh anak, yaitu: bisnis di bidang kosmetika, kecantikan dan perawatan kulit, membuka salon, membuka toko kelontong di rumah, menjadi reseller, peralatan rumah tangga, produk-produk nutrisi berbasis herbal, peralatan dapur, mainan, buku yang mendidik, busana, atau bidang di kuliner.

Pria: Umumnya pria mengawali bisnis sampingannya dari hobi. Beberapa hal yang bisa dicoba sebagai bisnis sampingan adalah: marketing perumahan, bengkel, bidang kuliner, tempat cuci mobil, toko online, dan sebagainya.   

Tekuni bisnis yang sudah dipilih, dan jangan lupa untuk melakukan riset pasar serta inovasi produk. Dengan begitu, kondisi keuangan single parent tetap bisa terjaga dengan baik.(red)

foto: money.usnews.com