Menjalankan usaha rumahan kini menjadi pilihan yang cukup popular di masyarakat. Selain bisa membantu menopang keuangan keluarga, bisnis rumahan umumnya tak membutuhkan modal besar. Lalu, bagaimana caranya menyiapkan atau mencari dana untuk modal berbisnis? 

Memiliki usaha sendiri memang mempunyai banyak kelebihan. Selain dapat membantu perekonomian keluarga, dengan memiliki usaha sendiri kita bebas menentukan manajemen dan waktu kerja. Selain itu bisnis rumahan yang kita kelola bisa menjadi usaha sampingan tanpa harus mengganggu pekerjaan utama bagi mereka yang sudah bekerja. Untuk bisa memulai usaha sendiri, yang paling dibutuhkan secara mendasar adalah modal atau dana untuk membangun dan menjalankan bisnis. Berikut cara menyiapkan atau mendapatkan dana sebagai modal usaha: 

1. Menabung

Ini cara yang paling umum untuk dilakukan. Namun, tidak asal menabung. Dibutuhkan target dan strategi untuk mencapainya. Contohnya, jika Anda ingin menjalankan bisnis rumahan dalam 2 tahun mendatang, mulai sekarang tentukan usaha apa yang akan dijalankan. Selanjutnya hitung jumlah modal yang dibutuhkan. Setelah itu barulah kita menentukan seberapa besar uang yang disisihkan untuk ditabung. 

2. Pinjam Uang dari Teman/Keluarga

Tak sedikit  orang memulai usahanya dengan modal yang dipinjamkan oleh teman atau keluarga. Sebagai orang terdekat, sahabat dan keluarga menjadi peluang Anda untuk mendapatkan dana. Meski begitu, tetap harus memiliki kesepakatan yang jelas mengenai uang pinjaman tersebut, seperti surat perjanjian formal, penentuan tingkat bunga, jadwal pelunasan, dan sebagainya. Pisahkan hubungan pribadi dari hubungan bisnis dan perlakukan teman atau keluarga yang menjadi investor Anda secara professional.

 3. Kartu Kredit

Tak hanya untuk membeli barang-barang konsumtif, kartu kredit bisa dimanfaatkan sebagai tambahan modal usaha kecil. Misalnya dana yang ada di kartu kredit, dipakai untuk membeli kebutuhan atau perlengkapan usaha Anda. Dengan menggunaka kartu kredit, Anda bisa mencicil bayaran setiap bulan dengan jumlah angsuran tetap sesuai ketentuan bank penerbit kartu kredit yang berlaku.  

4. Pinjaman Bank

Saat ini banyak bank yang menyediakan fasilitas pinjaman dana yang bisa diakses oleh nasabah. Produknya seperti KUR (Kredit Usaha Rakyat) hingga Kredit Multiguna. Untuk mendapatkan pinjaman dana dari bank, Anda harus melengkapi berbagai persyaratan yang ditentukan oleh pihak bank dan umumnya bank meminta jaminan.  Sebelum memutuskan untuk meminjam uang di bank,  Anda wajib mengetahui risikonya, yakni berapa besar bunga bank dari uang yang Anda pinjam, apakah keuntungan yang diperoleh dari usaha Anda bisa menutupi angsuran pinjaman di bank, atau jika meminjam uang di bank, pastikan Anda memiliki sumber penghasilan tetap. Karena, jika tidak mampu melunasi pinjaman, jaminan Anda akan dikuasai pihak bank.

5. Menjual Aset

Aset yang Anda miliki seperti tanah atau properti, kendaran bermotor, emas dan sebagainya bisa dijual dan uangnya digunakan untuk modal usaha.

6. Menggadaikan Barang

Jika Anda merasa sayang menjual aset,  cara lain untuk mendapatkan modal usaha adalah dengan menggadaikan barang di lembaga-lembaga pegadaian. Selain prosesnya cepat, Anda bisa mengatur dan menentukan sendiri jumlah cicilan agar dapat menebus barang yang digadaikan. Sebaiknya pilih lembaga pegadaian yag resmi dan terpercaya. Di  PT Pegadaian, ada   produk yang diberi nama Kreasi (Kredit Angsuran Sistem Fidusia) yang ditujukan untuk pelaku usaha mikro seperti pedagang kaki lima dan sebagainya. Kredit ini bisa diakses dengan menyerahkan BPKB (Buku Pemilik Kendaraan Bermotor) sebagai jaminan, sedangkan kendaraan masih bisa digunakan untuk usaha. (YU)

Begini tips memulai bisnis rumahan, agar bisa sukses dan berjalan lancar.