Hari Pertama Bayi Mengenal Dunia

Health - 09 Nov 2017

Setelah melalui proses pembentukan selama 9 bulan, akhirnya adik bayi siap dilahirkan. Selanjutnya yang perlu diperhatikan adalah masa pertumbuhan dan ini dimulai dari menit-menit awal kehidupannya.

Orangtua yang baik tentu mengharapkan agar anak-anak tumbuh sempurna, terutama saat mereka melewati masa-masa awal kehidupannya.Sesuai dengan ilmu kedokteran, satu menit setelah bayi lahir, bayi harus spontan bernafas,karena plasenta sudah terputus dan oksigen yang diperlukan untuk memulai kehidupan harus didapatnya melalui paru-paru. Jadi setelah tali pusat dipotong, biasanya dokter atau bidan akan membersihkan mulut, hidung, kerongkongan bayi dari sisa lendir.

Awal Bernafas

Untuk Ibu, jangan khawatir bila kita melihat dokter atau bidan menepuk-nepuk punggung bayi. Hal ini bukanlah untuk menyiksa bayi, melainkan agar terdengar tangisan pertama saat bayi lahir.Sebenarnya tujuan ditepuk agar paru-parunya terbuka dan cairan dari air ketuban yang sempat terhisap bisa dikeluarkan. Selain itu Dokter atau Bidan akan membantu menghilangkan cairan atau lendir ketuban dari mulut dan hidung bayi.

Tali Pusat

Tali pusat atau tali pusar yang menjadi saluran asupan makanan saat bayi dalam kandungan harus dipotong.Biasanya hal ini dilakukan pada 2 menit pertama dengan cara tali pusat dijepit kemudian digunting. Mengenai tali pusat ini ada beberapa orangtua yang memintanya untuk dikuburkan, namun tak banyak juga yang menyerahkan begitu saja pada pihak rumah sakit.Namun di era modern ini, biasanya Dokter mengambil contoh tali pusat untuk beberapa pemeriksaan berikut seperti pengukuran kandungan bilirubin yang mengakibatkan bayi menderita penyakit kuning atau tidak. Selain itu ada juga metode relatif baru, kita bisa menyimpannya di bank tali pusat. Ternyata, tali pusat dari ibu bisa menyembuhkan berbagai penyakit yang kelak diderita anak dikemudian hari.Pemanfaatan sel darah induk pada tali pusat ini merupakan kemajuan terbaru dari dunia kedokteran terhadap kesehatan.

Inisiasi Menyusui Dini

Setelah dipotong dari tali pusat, bayi langsung diletakkan di dada ibu.Suhu dada ibu menyerupai suhu saat bayi dalam kandungan dan ini menyebabkan suhu bayi tidak akan turun secara drastis. Inisiasi dianggap perlu karena bayi tanpa bantuan akan mencari sendiri sumber air susu atau ASI dan proses ini sangat penting karena ASI sebagai sumber makanan utama serta perlindungan bayi baru lahir dari berbagai penyakit. Untuk diketahui, World Health Organisasi atau WHO merekomendasikan proses Inisiasi Menyusui Dini dijalankan selama 1 jam pertama kehidupan bayi. Kolostrum atau ASI pertama yang keluar berwarna kekuningan adalah ASI terbaik untuk kebutuhan bayi sampai 6 bulan pertama.

Tes Apgar

Setelah melewati tahapan awal kelahiran bayi, selanjutnya bayi melalui tahapan Tes Apgar.Tes Apgar adalah pemeriksaan yang dapat melihat serangkaian kemampuan bayi yang baru lahir terhadap lingkungan barunya. Hal ini meliputi:Appearance (penampilan yang dilihat dari warna kulit apakah pucat atau berwarna kuning), selanjutnya dokter memeriksa Pulse(frekuensi denyut jantung bayi),Respiration (usaha bayi untuk bernafas) yang dilihat dari kuat atau lemahnya tangisan, Activity(aktif atau tidaknya otot bayi), dan Grimace (reaksi spontan atas rangsang yang diberikan).Tes Apgar ini biasanya dilakukan 2 kali:pertama saat menit awal lahir, kedua setelah 5 menit. Kadangkala jika ada hal khusus, tes Apgar ini akan dilakukan untuk ketiga kalinya setelah 10 menit.

Imunisasi

Setelah melalui beberapa tes, bayi kembali diukur tinggi badan dan lingkar kepalanya.Selanjutnya bayi mulai dimandikan dengan air hangat dan ditempatkan diruang bayi.Selain itu bayi yang baru lahir biasanya akan tertidur lelap selama 2 sampai 3 jam. Setelah itu, bayi akan kembali terbangun dan menangis karena lapar dan meminta ASI. Karena kapasitas lambung kecil, maka ASI membuat bayi tenang hanya selama 2 sampai 3 jam dan kembali terbangun. Setelah 6 jam bayi diberi suntikan dan imunisasi berupa vitamin K dan imunisasi hepatitis B.

BAK dan BAB

Dalam waktu 24 jam, bayi sudah mampu membuang air kecil (BAK) dan buang air besar (BAB) untuk pertama kali. Namun dalam kasus lain ada juga bayi yang BAB beberapa menit setelah lahir. Umumnya kotoran bayi pertama ini akan berwarna hitam kehijauan yang disebut mekonium. Bila selama 2 jam pertama bayi belum belum bisa BAB, dokter atau bidan akan melakukan tindakan membantu bayi untuk mengeluarkan kotorannya. Selebihnya bayi akan lebih sering BAB, bahkan bisa mencapai 10 kali dalam sehari. Namun kebiasaan BAB yang sering ini akan berkurang saat buah hati berusia 3 sampai 6 minggu,yaitu saat tubuh bayi bisa mencerna ASI dengan lebih baik.

Memerlukan Sentuhan

Untuk mempererat ikatan (bonding), bayi memerlukan sentuhan sejak detik pertama kelahiran.Ibu yang baru pertama kali melahirkan kemungkinan agak canggung menggendong, mengayun dan bahkan memeluknya.Namun lakukan ini dan jangan ragu-ragu, karena akan membuat bayi nyaman. Selanjutnya yang perlu diperhatikan adalah gerakan pada kepala, karena bayi belum dapat mengontrolnya.Ada baiknya kepala bayi harus selalu ditopang agar tidak tergeser keras ke kiri ataupun ke kanan.Sewaktu mengangkat gunakan kedua tangan Anda dan topanglah kepalanya.Ajaklah juga bayi berbicara, walaupun mereka (mungkin) belum memahaminya.

Boleh Pulang

Lama menjalani rawat inap di rumah sakit atau klink bersalin tergantung dari proses persalinan yang kita jalani, apakah melalui operasi caesar atau persalinan normal.Ini diperlukan untuk proses pemulihan ibu setelah melahirkan. Ibu bisa meninggalkan rumah sakit setelah bayi lahir, setelah mendapat persetujuan dari dokter yang menangani.Untuk itu, selama di rumah sakit harap ibu tidak malu-malu bertanya pada perawat atau dokter, cara merawat bayi dan bagaimana cara menghadapi situasi pasca kelahiran.Tanya juga jadwal imunisasi dan apa-apa saja yang harus dilakukan pasca lahiran. Selanjutnya pihak rumah sakit akan memastikan Ibu dan kondisi bayi sehat ketika meninggalkan rumah sakit. (DL)

foto: gomama247.com