Jangan Sepelekan Kesehatan Gigi Si Kecil

Health - 05 Sep 2018

Dewasa ini banyak orangtua yang kurang memerhatikan pentingnya menjaga kesehatan gigi anak. Padahal jika gigi bermasalah, makanan yang masuk dalam tubuh akan sulit dicerna dan dan bisa mengganggu proses pertumbuhan anak. 

 Banyak penelitian menunjukan bahwa bila orangtua kurang memerhatikan dan menjaga kesehatan gigi, akan berakibat terkena penyakit serius. Kenapa begitu? Karena gigi adalah salah satu bagian penting dari tubuh manusia. Jika gigi bermasalah, dan kita mengabaikannya, akan menjadi sarang kuman di rongga mulut. Kerusakan gigi ini diawali dengan proses terjadinya peradangan karies yang berawal dari sisa makanan yang dibiarkan, sehingga membusuk. Selain menimbulkan kuman, gigi yang bermasalah juga merupakan sarang bakteri streptokokus mutans yang menyebabkan infeksi pada jaringan gusi, sehingga bila masuk dalam aliran darah bisa berakibat terjadinya peradangan pada ginjal, sendi, kepala dan bagian tubuh lainnya. Hiiii, seram juga ya? 

Kesadaran Kesehatan Gigi Rendah

Di Indonesia sendiri kesadaran akan kesehatan gigi ini terbilang masih rendah. Ini ditandai dengan kurang pedulinya masyarakat untuk memeriksakan giginya ke dokter gigi. Menurut penelitian, sebanyak 98,7% masyarakat Indonesia memerlukan perawatan gigi, namun hanya sebagian yang sadar dan melakukan perawatan ke puskesmas atau datang langsung ke dokter gigi. Selain itu, fakta dari WHO Oral Health Media Center sebanyak 60-90 % anak usia sekolah dan hampir semua orang dewasa di seluruh dunia ternyata memiliki masalah gigi. Melihat fakta-fakta tadi, kita sebagai orangtua seharusnya sadar akan masalah ini dan mencari solusi terbaik untuk orang-orang yang kita cintai, agar ke depannya tidak menimbulkan masalah.

Mulai Tumbuh
Perawatan gigi sebaiknya dilakukan sejak gigi anak tumbuh. Umumnya gigi pertama tumbuh saat bayi berumur 4 bulan. Namun kebanyakan bayi tumbuh gigi pertama kali di usia 6 bulan. Jika gigi anak mulai tumbuh, sikatlah dengan kain bersih yang sebelumnya sudah dibasahi dengan air matang. Atau juga bisa dengan sikat gigi khusus anak yang berbahan lembut. Jika gigi sudah tumbuh 8 buah, merawat gigi anak sudah bisa menggunakan sikat gigi khusus anak. Pada awal pemakaian sebaiknya jangan menggunakan pasta gigi dulu. Air untuk berkumur pun sebaiknya yang sudah matang, karena biasanya anak cenderung menelannya. Untuk usia 18 sampai 24 bulan, biasanya anak sudah bisa memegang sikat gigi sendiri, jadi biarkan anak menyikat giginya sendiri, dengan pengawasan orangtua tentunya. Memasuki usia 25 hingga 33 bulan, geraham kedua bagian atas mulai muncul. Si Kecil kini telah memiliki 20 gigi susu saat ia berusia 3 tahun. Gigi tersebut akan diganti dengan gigi permanen saat anak berusia 4 hingga 6 tahun.

Harus Dihindari
Beberapa makanan seperti permen, karamel, coklat, es krim atau makanan manis lainnya bisa menyebabkan gigi anak berlubang. Selain makanan yang manis, hindari pula terlalu sering makanan bertepung seperti pizza, pasta dan burger. Hal ini karena makanan tersebut akan mudah menempel di antara gigi dan celah-celah gigi anak. Makanan ini memang tidak manis, namun pati yang ada di dalam makanan tersebut segera mengonversi menjadi gula karena proses di mulut. Selain makanan, hindari minuman berkarbonasi untuk anak, karena ini juga salah satu faktor perusak gigi. Selain itu, beberapa jenis buah kering juga berbahaya bagi gigi karena kandungan gula yang pekat seperti kismis kering, plum dan aprikot.

Memberi Contoh 
Bila kesehatan gigi sudah telanjur terganggu, tidak ada salahnya kita memeriksakan hal ini ke dokter gigi. Namun kebanyakan anak akan takut saat diajak ke dokter gigi, karena jarum suntik, alat pengetuk gigi dan bor gigi yang berbunyi bisa sangat menyeramkan bagi mereka. Karena itu sebaiknya orangtua dianjurkan mulai mengajak dan membimbing anaknya ke dokter gigi saat gigi mereka mulai tumbuh. Tujuannya agar anak lebih mengenal kesehatan gigi sejak kecil, sehingga saat sudah besar, anak tidak akan canggung ke dokter gigi. Selanjutnya berikan penjelasan sederhana tentang apa yang dilakukan dokter gigi, misalnya si dokter akan memeriksa gigi dan menghitungnya. Minta juga kepada dokter gigi untuk menjelaskan apa yang akan dilakukan si dokter terhadap anak, sehingga mereka tidak ketakutan. 

Hindari Sogokan 
Banyak ahli gigi menyarankan agar tidak menjanjikan sesuatu kepada anak atau tidak mengiming-imingi anak agar mereka mau ke dokter gigi. Menjanjikan sesuatu tidak akan meningkatkan kepercayaan diri anak. Jangan katakan, “kalau kamu tidak nangis, nanti papa belikan mainan ya, Nak!” Bila Anda lakukan ini, maka Anda memberikan pengetahuan yang salah kepada anak. Ajarkan pada anak bahwa menjaga kesehatan gigi dan ke dokter gigi adalah suatu keharusan dan bukan pilihan. Katakan pada Si Kecil bahwa dokter gigi akan mengurus gigi mereka agar bisa kuat. Selain itu, Anda juga bisa menjelaskan bahwa dokter gigi bisa membantu menjaga kesehatan gigi dan menjamin mereka bisa tetap memiliki senyum yang indah. Semoga berhasil!

Saat-Saat Gigi Anak Mulai Tumbuh

 

Gigi Atas:

Gigi Seri Tengah (8 sampai 12 bulan)

Gigi Seri Samping (9 sampai 13 bulan)

Gigi Taring (16 sampai 22 bulan)

Gigi Geraham Pertama (13 Sampai 19 bulan)

Gigi Geraham Belakang (25 Sampai 33 bulan)

 

Gigi Bawah:

Gigi Seri Tengah (6 sampai 10 bulan)

Gigi Seri Samping (10 sampai 16 bulan)

Gigi Taring (17 sampai 23 bulan)

Gigi Geraham Pertama (14 sampai 18 bulan)

Gigi Geraham Belakang (23 sampai 31 bulan)

 

Cara Tepat Menyikat Gigi:

 

1.    Posisikan sikat gigi pada sudut 45 derajat dari gusi.


2.    Maju mundurkan secara lembut dengan gerakan pendek.


3.    Gunakan ujung sikat untuk membersihkan permukaan gigi depan dengan gerakan atas-bawah.


4.    Setelah selesai, kumur-kumur dengan air bersih.

5.    Waktu yang tepat untuk menggosok gigi tidak lebih dari 2menit. (DL)

 

 foto: barryinsurance.com