Kanker Otak Renggut Nyawa dr Ryan Thamrin?

Health - 05 Aug 2017

Meninggalnya dokter Ryan 'Dr Oz' Thamrin menyisakan kesedihan. Dokter yang menjadi pengasuh di acara reality show tentang kesehatan bertajuk 'Dr Oz' yang ditayangkan sebuah stasiun televisi swasta ini meninggal Jumat (4/8), di Pekanbaru, Riau. 

Dokter berparas tampan ini meninggal di usia yang relatif muda, 39 tahun. Rupanya sejak setahun silam, dokter yang memiliki nama asli Hesta Meiriansyah bin Husni Thamrin, tak lagi tampil di 'Dr Oz' dan kembali ke kampung halaman. 

Sejak setahun silam, dokter kelahiran 27 Mei 1978 ini dan menempuh pendidikan kedokteran di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta ini bergelut dengan penyakit maag, dan kemudian terungkap ada benjolan di kepala bagian belakang, yang diduga kanker. Dijelaskan Doni Aprialdi, sepupu Ryan, dokter yang sempat berobat di RS Malaka ini mengeluhkan maag akut setahun terakhir. “Kami pernah bawa dia juga berobat ke Malaka (Malaysia). 

Dan mengejutkan, setelah pemeriksaan itu, ternyata ditemukan ada benjolan di belakang kepalanya," tutur Doni di rumah duka, Pekanbaru, seperti dilansir Okezone, Jumat (4/8) . Selama setahun itu juga, almarhum melakukan pengobatan jalan. 

Tim medis RS Malaka menyarankan untuk segera melakukan pengangkatan benjolan di belakang kepala yang diduga ganas. Namun belum sempat terlaksana hingga ajal menjemput. Tentang Kanker Otak Kanker otak adalah tumor otak ganas yang dapat menyebar dengan cepat ke bagian lain dari otak dan tulang belakang. Tidak semua tumor otak bersifat ganas dan bisa dikategorikan sebagai kanker. Ada juga tumor otak yang bersifat jinak. Tumor otak jinak merupakan sekumpulan sel-sel otak yang tumbuh perlahan dan tidak menyebar ke bagian lain. 

Menurut asalnya, tumor otak terbagi menjadi dua yaitu primer dan sekunder. Tumor otak primer adalah tumor yang muncul pada otak, sedangkan tumor otak sekunder adalah tumor yang berasal dari bagian tubuh lain namun menyebar ke otak. Kebanyakan kasus kanker otak merupakan jenis kanker otak sekunder, di mana kanker berawal dari organ tubuh lain kemudian menyebar ke otak. Jika dilihat dari tingkat perkembangannya serta kecepatan pertumbuhan dan penyebarannya, keganasan tumor otak dibagi menjadi 4 tingkat. Stadium 1 dan 2 umumnya bersifat jinak. Jika memasuki stadium 3 dan 4 umumnya ganas, dan lazim disebut kanker.

Gejala umum tumor otak  antara lain kelelahan berlebihan dan mudah mengantuk, muntah-muntah, gangguan penglihatan, gangguan berjalan dan berbicara. Kanker otak harus ditangani secepat mungkin, biasanya dengan tindakan pembedahan untuk mengangkat sel-sel kanker sebanyak mungkin. Jika tidak segera dilakukan pembedahan, kanker bisa berpotensi menyebar dan merusak bagian dari otak dan saraf tulang belakang, bahkan hingga ke organ lainnya, demikian Mayoclinic.org.

Sumber: Dokterdigital.com
foto: dokterdigital.com