Perempuan Berperut Rata Rentan Patah Tulang?

Health - 05 Dec 2017

Perut yang sedikit berisi tak selamanya buruk kok. Memiliki sedikit kelebihan lemak di perut berdampak positif untuk kesehatan tulang, demikian hasil penelitian Garvan Institute of Medical Research, Sydney, Australia. Mereka menyatakan bahwa perempuan dengan lemak yang sedikit berlebih di area perut cenderung memiliki tulang yang lebih kuat dan padat, ketimbang perempuan dengan perut yang rata atau terlihat tidak berlemak. Kesimpulan ini didapat setelah meneliti sekitar 1.000 lelaki dan perempuan di atas usia 50 tahun. 

Selama penelitian yang berlangsung 5 tahun diketahui sebanyak 19 lelaki dan 107 perempuan mengalami patah tulang akibat pengeroposan (osteoporosis). Dengan mengamati jumlah lemak di sekitar perut diketahui perempuan dengan lemak perut yang agak berlebih memiliki kemungkinan patah tulang 40 persen lebih sedikit dibandingkan mereka dengan perut rata. Alasannya, lemak bisa menjadi tambahan beban untuk tubuh, sehingga dalam sehari-harinya, memaksa tulang menambah kepadatannya. 

Selain itu, lemak di tubuh membantu menahan benturan langsung pada tulang supaya tidak mudah patah ketika terjadi insiden jatuh. Tetapi ada pula yang menduga hal itu ada kaitannya dengan hormon estrogen. Perempuan dengan lemak perut berlebih cenderung memiliki hormon estrogen yang tinggi, dan hormon ini diketahui baik untuk menjaga kesehatan tulang. Penelitian ini muncul setelah para peneliti menyadari jumlah pasien dengan masalah patah tulang menurun drastis di seluruh dunia. Pemimpin penelitian Profesor Tuan Nguyen mengatakan hasil penelitian ini konsisten dengan adanya tren obesitas di dunia. Meski demikian, bukan berarti penelitian ini menyarankan untuk "memelihara" lemak di area perut. Mengingat lemak di area tersebut pun diketahui mengandung bahaya bagi kesehatan jantung, serta berkemungkinan menimbulkan diabetes. Peneliti menekankan yang dimaksud dengan lemak di area perut yang baik untuk kesehatan adalah dalam jumlah lebih sedikit, bukan yang berlebihan dan masuk dalam kategori obesitas, demikian Daily Mail.  

sumber: dokterdigital.com

foto: vinepair.com