Usir dan Cegah Batuk pada Anak

Health - 02 Feb 2018

Batuk merupakan penyakit yang paling sering dijumpai pada anak-anak dan terkadang sulit ditangani. Dengan mengenali jenis batuk Si Kecil, dapat membantu Anda cara mengatasinya dan mengetahui kapan harus mengunjungi dokter anak.

 

Saat mendengar Si Kecil batuk tentu rasa khawatir memenuhi dada Anda. Namun batuk sesekali tidak selalu berarti ada masalah. Faktanya batuk merupakan refleks sehat dan penting yang melindungi tubuh anak dengan cara menghilangkan lendir, iritasi zat, dan infeksi dari saluran pernapasannya. Namun, waspadai jika Si Kecil menderita batuk hingga lebih dari dua minggu, sebaiknya kunjungi dokter anak Anda.

 

Ada banyak penyebab pada anak, termasuk infeksi (virus, bakteri), iritasi (udara dingin, asap, menghirup benda asing), alergi, asma dan penyebab psikologis (kebiasaan batuk). Sejauh ini penyebab paling umum adalah infeksi virus, dimana batuk merupakan bagian dari penyakit flu. Penyebab batuk berikutnya adalah asma. Penyebab lainnya termasuk jarang.

                           

Jenis Batuk

Ada empat jenis batuk, yakni batuk kering, batuk basah, batuk croup dan batuk rejan (pertusis). Penting untuk mengetahui apa jenis batuk anak Anda.


·         Batuk Kering

Sering disebabkan infeksi saluran pernapasan  atas (hidung dan tenggorokan) seperti pilek atau influenza. Biasanya batuk jenis ini semakin memburuk di ruangan yang hangat atau setelah anak tidur. Batuk kering juga bisa menjadi tanda awal infeksi saluran pernapasan bawah, seperti bronkitis atau pneumonia. Penyebab lainnya adalah asma, paparan asap rokok dan iritasi lainnya yang serupa.


·         Batuk Basah

Penyebabnya sekresi cairan dan lendir yang ada di saluran pernapasan bawah (tenggorokan dan paru-paru). Infeksi dan asma merupakan penyebab umum batuk jenis ini.


·         Batuk Croup

Merupakan batuk kering yang suaranya terdengar seperti gonggongan. Gejala awal biasanya diawali dengan gejala pilek seperti hidung meler, bersin, demam ringan dan terkadang batuk. Kemudian anak akan menjadi sering batuk dengan suara batuk yang tidak biasanya. Biasanya gejala akan memberat di malam hari. Croup dapat disebabkan oleh alergi, perubahan suhu pada malam hari, dan yang umum adalah infeksi saluran napas atas. Ketika saluran napas anak mengalami inflamasi, akan terjadi pembengkakkan di bawah pita suara, sehingga membuat anak sulit bernapas.


·         Batuk Rejan (Pertusis)

Umumnya dimulai dengan gejala ISPA ringan seperti batuk, bersin dan cairan hidung keluar terus menerus.  Namun secara bertahap batuk akan menjadi lebih parah. Batuk rejan memiliki  gejala batuk bertubi-tubi dengan diakhiri suara lengkingan yang membuat penderita sulit bernapas.Batuk ini mungkin dapat diikuti dengan adanya muntah, hal ini disebabkan rasa mual yg diderita, dan pada anak kecil dimana reflek fisiologis yang  belum terbentuk secara sempurna maka akan menimbulkan muntah, hal ini tidak jarang membawa ke arah malnutrisi. Pada bayi dan anak yang masih sangat kecil, pertusis dapat mematikan. Oleh karena itu, segera hubungi dokter.

 

Home Treatment

Batuk yang paling umum adalah batuk yang disertai pilek, dan tidak membutuhkan pengobatan khusus. Dalam hal ini, anak-anak tidak membutuhkan antibiotik, karena infeksi yang terjadi disebabkan oleh virus, sedangkan antibiotik untuk mengobati infeksi bakteri. Batuk ini bisa disebabkan oleh iritasi saluran pernapasan yang berkepanjangan.  Madu dapat mengurangi  tingkat keparahan dan durasi batuk. Namun, harap diingat, madu tidak boleh diberikan pada anak di bawah satu tahun karena risiko botulisme infantil (keracunan makanan yang serius, namun jarang terjadi). Biasanya batuk ini akan sembuh dengan sendirinya. Untuk batuk croup,  Anda dapat melakukan penguapan. Caranya, buka keran air panas dan tutup kamar mandi. Duduk di kamar mandi bersama Si Kecil selama 20 menit. Uap akan membantu anak bernapas lebih mudah. Jika batuk Si Kecil disebabkan oleh asma, maka penyembuhannya dengan obat dari dokter anak Anda. (YU)


foto: thenaturalparentmagazine.com