4 Ketakutan Saat Hamil dan Cara Mengatasinya

Maternity - 29 Aug 2018

Mengalami ketakutan atau fobia selama kehamilan adalah hal yang biasa. Tokofobia adalah istilah yang digunakan untuk rasa takut yang dialami pada masa kehamilan. Tokofobia merupakan masalah psikologis yang terjadi pada beberapa wanita saat mereka mengetahui tentang kehamilannya. Rasa takut ini tidak hanya terjadi pada wanita yang baru hamil saja, mereka yang sewdang hamil kedua atau ketiga dan seterusnya pun mungkin juga mengalaminya. Tokofobia bisa berkembang menjadi lebih buruk dan bisa menyebabkan wanita melakukan aborsi.

Penyebab Rasa Takut Kehamilan:

Ada banyak penyebab yang dapat memicu wanita menjadi takut dengan kehamilannya. Penyebabnya adalah:

• Nyeri persalinan

• Kurangnya dukungan emosional dari pasangan atau orang tua.

• Keguguran sebelumnya atau lahir mati.

• Pengalaman kehamilan yang buruk seperti trauma teman dekat atau kerabat.

Apa Saja Gejala Tokofobia?

Banyak wanita yang hamil sering merasa bahwa mereka sendirian dalam penderitaan dan tidak ada yang dapat menyelamatkan mereka dalam situasi seperti ini. Ketakutan tersebut akan membuat mereka percaya bahwa kehidupannya dan kehidupan bayi berada dalam bahaya besar. Berikut gejala tokofobia yang mungkin muncul: 

- Keringat berlebih

- Muntah

- Kesulitan dalam bernafas

- Mulut kering

- Tidak enak badan

- Gemetar 

- Palpitasi jantung yang tinggi

- Ketidakmampuan untuk berpikir dengan tenang

- Takut mati

- Serangan panik

Cara Mengatasi Tokofobia

Wanita cenderung mengalami satu atau lebih ketakutan saat tengah hamil yang dapat mempengaruhi kesehatan ibu dan bayinya. Jika Anda mengalami tokofobia,  Anda harus ingat bahwa Anda dapat mengatasi rasa takut dengan mudah karena hal terjadi akibat semacam konflik batin yang sudah lama terkubur. Berikut adalah  berbagai fobia kehamilan dan bagaimana Anda dapat menaklukkannya:

1. Ketakutan tidak memiliki bayi yang sehat

Ketakutan ini akan menghantui Anda ketika Anda mengalami keguguran atau kelahiran mati di kehamilan sebelumnya,  atau pernah membaca dan mendengar tentang bayi yang lahir dengan cacat. Anda dapat berdiskusi dengan dokter mengenai ketakutan ini dan melakukan uji protein ultrasound atau janin untuk membantu Anda tetap yakin bahwa pertumbuhan bayi Anda normal dan sehat.

2. Nyeri melahirkan yang intens

Beberapa kerabat dekat Anda seperti saudara perempuan atau teman bisa mengalami persalinan yang menyakitkan dengan banyak kontraksi. Ini mungkin membuat Anda takut merasakan nyeri persalinan sebelum melahirkan. Dokter Anda akan membantu Anda mengatasi masalah ini dengan menawarkan informasi tentang serangkaian pilihan pereda nyeri yang tersedia saat ini. Anda juga dapat berdiskusi dengan dokter Anda tentang pemilihan operasi caesar untuk menghilangkan rasa sakit yang menyakitkan.

3. Anda tidak akan menjadi ibu yang baik

Rasa takut ini mungkin muncul karena Anda tidak memiliki hubungan yang akrab atau harmonis dengan ibu Anda. Cara mengatasinya, banyak-banyaklah membaca buku dan situs online tentang mengasuh anak. Ide menarik lainnya adalah bergabung dengan forum  parenting secara online dan melakukan percakapan atau diskusi dengan anggota kelompok untuk menghilangkan fobia. 

4. Takut melahirkan tiba-tiba atau melahirkan di tempat yang tak terduga

Anda pasti menemukan berita semacam itu di surat kabar, karena kasus-kasus ini sangat jarang terjadi sebetulnya. Wanita yang ingin melahirkan akan merasakan nyeri yang intens dan tanda-tanda tertentu. Karena itu, yakinlah bahwa tidak ada proses persalinan secara tiba-tiba. Carilah informasi tentang berbagai tahap persalinan, tanda-tanda melahirkan dan sebagainya. Minta nomor darurat rumah sakit melahirkan dan berusaha  tetap kuat secara mental.

Melahirkan memang proses yang sulit, tetapi Anda bisa melaluinya dengan baik. Jaga diri Anda dengan banyak istirahat dan makanan sehat untuk menyambut kelahiran bayi Anda. (YU)

Foto: .netmums.com