Cluster Feeding dan Dampaknya pada Busui

Maternity - 08 Nov 2017

Meski cluster feeding merupakan hal yang normal, namun kondisi tersebut bisa saja membuat frustasi, terutama untuk ibu baru. Sebab, cluster feeding bisa membuat ibu tak bisa melakukan aktivitas lainnya selain menyusui bayi. Bagaimana mengatasinya? 

Pada bayi yang baru lahir, dikenal kondisi yang disebut cluster feeding, yaitu kondisi bayi lebih sering menyusu dengan jeda waktu yang singkat. Umumnya pola makan bayi setiap dua atau tiga jam, saat mengalami cluster feeding bayi menyusu setiap satu jam atau bahkan setiap setengah jam. Kondisi ini bisa berlangsung berhari-hari atau busa lebih lama lagi. Biasanya cluster feeding terjadi pada waktu-waktu tertentu, seperti siang atau malam hari saja. Namun bisa juga terjadi sepanjang hari. 

Bagi ibu baru yang bayinya yang mengalami cluster feeding, hal itu  bisa membuat frustasi. Ibu merasa lelah dan mungkin emosional seiring terjadinya perubahan hormon pasca melahirkan. Belum lagi bayi yang rewel selama mengalami cluster feeding akan semakin menambah rasa frustasi. Kondisi ini tak jarang membuat ibu merasa ASInya tak mampu memuaskan rasa lapar Si Kecil. 

Namun, cluster feeding bukanlah cerminan pasokan ASI yang rendah. Kondisi tersebut normal dan umum terjadi pada bayi yang baru lahir atau berusia muda. Jadi jangan langsung beralih menggunakan susu formula karena Anda berpikir ASI tak cukup untuk Si Kecil. 

Mengapa cluster feeding terjadi? Belum diketahui  alasan sesungguhnya mengapa bayi mengalami cluster feeding. Namun para ahli menganggap cluster feeding adalah cara bayi meningkatkan produksi ASI. Perut bayi berkembang dengan cepat selama bulan-bulan pertama kehidupan, dan tubuh ibu harus menghasilkan lebih banyak ASI untuk memenuhi permintaan yang meningkat. Cluster feeding mungkin menjadi cara alami untuk meningkatkan persedian ASI. 

MENGATASI CLUSTER FEEDING

Tips berikut membantu ibu agar lebih santai menghadapi buah hatinya yang mengalami cluster feeding:

1. Menerima kondisi tersebut

Bayi biasanya mengembangkan cluster feeding di waktu tertentu. Misalnya, di malam hari saja atau siang hari saja. Setelah mengetahui jadwal rutinitas tersebut, ibu bisa menerimanya dan merencanakan jadwal harian sesuai dengan kebutuhan bayi untuk menyusu. Dengan demikian kegiatan harian Anda bisa berjalan dan Anda bebas stress. 

2. Cukup makan dan minum

Anda menggunakan energi untuk memproduksi ASI, saat Si Kecil cluster feeding, pastikan Anda banyak minum dan mengonsumsi makanan atau camilan bergizi setiap beberapa jam sekali. Sediakan selalu air minum di samping Anda saat menyusui sehingga bisa meminumnya kapan saja.

3. Cukup tidur dan istirahat

Jika Si Kecil mengubah pola tidurnya dari 4 jam tanpa bangun menjadi  bangun setiap jam karena ingin menyusu, tentunya hal ini akan membuat Anda lelah. Karenanya,  sesulit apapun jadikan tidur sebagai prioritas utama Anda. Ketika Si Kecil tidur, Anda bisa gunakan kesempatan tersebut untuk tidur juga.

4. Melibatkan suami

Anda bisa meminta suami untuk menemani ngobrol selama Anda menyusui Si Kecil, atau meminta bantuannya mengambilkan camilan, minuman dan melakukan hal lain yang tidak bisa Anda lakukan selama menyusui.

5. Bersantai dan membuat diri merasa nyaman

Anda bisa memakai bantal menyusui agar proses menyusui menjadi lebih mudah, atau memilih tempat menyusui yang membuat Anda merasa nyaman. Sambil menyusui Anda bisa sambil mendengarkan musik, menonton tv atau membaca buku favorit.

6. Perhatikan sinyal lapar Si Kecil

Saat Si Kecil mulai rewel (yang merupakan sinyal bahwa ia lapar) segera tawarkan payudara Anda. Jangan tunggu sampai ia menangis kencang baru mulai menyusuinya. 

7. Meminta bantuan

Jika Anda merasa khawatir dengan pasokan ASI atau berat badan bayi, Anda bisa menghubungi dokter anak. 

Ingatlah, cluster feeding berlangsung hanya sementara. Walaupun terasa sulit dan membuat tidak nyaman, namun kondisi ini akan berakhir dengan sendirinya. Umumnya bayi mengalami cluster feeding saat berusia 6-8 minggu atau saat usia 3-4 bulan. (YU)

Foto: attachmentparenting.co.uk