Infeksi Jamur Saat Hamil, Berbahayakah?

Maternity - 04 Dec 2017

Melonjaknya kadar estrogen saat kehamilan meningkatkan risiko terserang infeksi jamur, dan menjadikan penyakit ini sebagai infeksi vagina yang paling umum selama kehamilan. Bahkan hampir 75 persen dari semua wanita dewasa setidaknya pernah mengalami infeksi jamur. Kabar baiknya, infeksi jamur tidak memengaruhi kehamilan atau janin dalam kandungan. 

Penyebab Infeksi Jamur

Infeksi jamur disebabkan pertumbuhan berlebih dari jamur vagina yang disebut Candida albicans. Saat keseimbangan bakteri dan ragi dalam vagina berubah (biasanya terjadi saat hormone estrogen meningkat karena kehamilan, penggunaan kontrasepsi oral atau terapi estrogen)  jamur ini bisa tumbuh terlalu pesat dan menyebabkan gejala infeksi. 

Kelembapan yang berlebihan juga bisa menyebabkan ketidakseimbangan, membuat daerah genital menjadi tempat yang ramah untuk pertumbuhan jamur. 

Gejala dan Komplikasi

Peningkatan cairan vagina selama kehamilan adalah hal yang biasa terjadi. Cairan yang bening, tidak berbau, tidak berlebihan dan tidak menimbulkan keluhan ini disebut leukorrhea. Namun infeksi jamur mengakibatkan cairan vagina menjadi putih kental dan tidak berbau, menimbulkan keluhan seperti gatal dan terbakar pada organ genital. Gejala infeksi jamur lainnya bisa termasuk nyeri saat buang air kecil dan ketidaknyamanan saat berhubungan seksual.

Untungnya, infeksi jamur tidak berbahaya. Penderita hanya merasa tidak nyaman dengan kondisi tersebut. Namun saat Anda sedang hamil dan terserang infeksi jamur, maka ada kemungkinan infeksi tersebut menyebar ke bayi yang baru lahir.

 Jamur yang menyebabkan infeksi vagina juga bisa menyebabkan sariawan. Dalam hal ini bayi Anda bisa mengembangkan infeksi jamur di mulutnya, yang disebut thrush.Thrush ditandai dengan bercak putih di sisi dan langit-langit mulut bayi  serta di lidah.

Satu hal yang harus diperhatikan, gejala infeksi jamur mirip dengan penyakit lainnya yang lebih serius, seperti penyakit seks menular atau vaginosis bakterialis.Inilah alasan mengapa Anda tidak boleh mengabaikan gejala infeksi jamur, terutama di masa kehamilan. 

Jika Anda mengalami gejala keputihan berwarna kuning, abu-abu atau kehijauan dengan bau yang menususk atau gatal-gatal disertai rasa terbakar di area genital, segera kunjungi dokter Anda.

.Mencegah Infeksi

Kita memang tidak bisa mengendalikan hormon, namun kita bisa melakukan pencegahan infeksi jamur dengan cara menjaga daerah kewanitaan tetap kering. Berikut hal yang bisa dilakukan: 

1. Menggunakan pakaian dalam berbahan katun yang menyerap keringat dan membuat

udara bersirkulasi dengan baik sehingga area kewanitaan tetap kering.

2. Tidur  tanpa mengenakan pakaian dalam di malam hari, agar daerah kewanitaan bisa “bernapas.”

3. Hindari mandi berendam dengan gelembung sabun, lebih baik , mandi dengan pancuran air (shower). 

3. Gunakan sabun yang lembut dan tanpa pewangi untuk membersihkan organ intim.

4. Jangan menggunakan douche (pembersih atau penyemprot vagina).

5. Selalu membersihkan organ gential dari arah depan ke belakang.

6. Segera mengganti pakaian sehabis berenang  dan ganti pakaian setelah berolahraga.

7. Setelah mandi atau berenang, pastikan area genital Anda benar-benar kering sebelum memakai celana dan baju.

8. Membatasi asupan gula sehari-hari dan batasi juga konsumsi produk biji-bijian olahan. (YU)

Foto: momjunction.com