Kecerdasan Anak dimulai Sejak Dalam Kandungan

Maternity - 27 Nov 2018

Kecerdasan seorang anak bisa dipersiapkan sejak kehamilan dan dua tahun pertama setelah lahir. Untuk menjadi pandai, perlu proses belajar yang juga disebut stimulasi atau rangsangan. 

Ketua Unit Kerja Tumbuh Kembang Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Dr dr Eddy Fadlyana, SpA(K), Mkes mengatakan, untuk membantu keberhasilan anak dalam belajar, orangtua sebaiknya memahami bagaimana proses belajar anak terlebih dahulu. Nah, orangtua dapat mendukung tiga proses dasar belajar anak, yaitu mengamati (seeing), berpikir (thinking), dan beraksi (action). Selain dengan melihat, kata Eddy, anak juga belajar dengan cara mendengar dan berbicara. “Selanjutnya  anak akan menyimpannya dalam suatu memori dan ini yang membuat anak berfikir atau menghasilkan kemampuan kognitif. 

Kemudian anak akan melakukan aktivitas tersebut," kata Eddy di sela peluncuran Wyeth Nutrition Science Center di Jakarta, baru-baru ini. Guna mendukung proses belajar anak, orangtua bisa memberikan akses ke mainan dan alat yang tepat. Selanjutnya ciptakan lingkungan yang aman, memberikan rangsangan, interaksi dan pengalaman yang positif. “Pemberian nutrisi yang cukup pada saat yang tepat juga merupakan upaya dukungan orangtua terhadap proses belajar anak,” kata Eddy.

 Bukan hanya cukup, nutrisi yang diberikan harus tepat waktu dan bentuk. Apabila nutrisi yang diberikan kepada anak kurang pada saat krusial perkembangan otak, hal ini tidak bisa diulang. Edy menambahkan, nutrisi yang baik memegang peranan penting dalam mempengaruhi kemampuan belajar anak. Pada tahap belajar mengamati, nutrisi yang baik membantu pertumbuhan fungsi penglihatan. Sementara dalam proses berpikir, zat gizi akan membantu kemampuan kognisi dan perkembangan otak anak. “Dan saat anak beraksi zat gizi yang lengkap sangat dibutuhkan untuk membantu perkembangan pencernaan dan daya tahan tubuh untuk memastikan anak sehat dan aktif," urai Eddy. 

Nutrisi yang mendukung kecerdasan anak harus mencakup gizi seimbang, terdiri dari karbohidrat, lemak, protein dan lainnya. Dari waktu ke waktu kebutuhan nutrisi sangat spesifik. Nutrisi seimbang harus diberikan bahkan saat bayi berada dalam kandunan. Saat di rahim, pembentukan sel otak bayi dipengaruhi oleh nutrisi yang diasup ibunya, dan disalurkan ke janin melalui plasenta. Setelah lahir, sambungan otak anak dipengaruhi oleh protein yang juga didapat dari ibunya selama enam bulan melalui konsumsi air susu ibu (ASI), dan dioptimalkan melalui makanan pendamping ASI (MPASI) setelah usia 6 bulan . Ini penting menjadi catatan para ibu. Pasalnya, apabila kebutuhan ini tidak terpenuhi, maka sinyal perkembangan otak anak akan lambat, yang pada akhirnya menyebabkan perkembangannya tidak optimal.

Sumber: dokterdigital.com

foto: pbskids.org