Mengapa Rambut Tebal Saat Hamil?

Maternity - 13 Jul 2017

Sejumlah orang mengenali bahwa rambut mereka terasa lebih tebal dan lebih penuh saat hamil. Hal ini benar adanya, akibat fluktuasi hormonal. 

Menurut Doris Day, dokter kulit dari New York University, rambut manusia memiliki tiga siklus pertumbuhan, yaitu fase tumbuh, fase istirahat, dan fase rontok. Kadang-kadang dengan hormon dan perubahan dalam kehamilan, rambut Anda tetap dalam fase tumbuh lagi. Karena Anda memiliki rambut lebih banyak dalam fase tumbuh, maka tak mengherankan jika rambut terlihat lebih tebal dan lebih lengkap dan tumbuh lagi. 

Seringkali mahkota Anda terlihat lebih mengkilap juga. Namun tiga sampai empat bulan setelah kehamilan, ketika siklus tersebut bergeser kembali, rambut mulai rontok saat balik ke siklus normal. Jika semua rambut tumbuh dalam fase tumbuh pada waktu yang sama dan kemudian bergeser ke fase istirahat, setiap dua sampai 10 tahun, maka Anda akan mengalami kebotakan sepenuhnya. Tapi untungnya pola itu tidak sinkron. Jadi sekitar 90 persen dari rambut akan  tumbuh dan 10 persennya sedang istirahat atau rontok. 

“Ketika pola itu bergeser, Anda mungkin melihat bahwa rambut terlihat lebih penuh untuk sementara waktu, tetapi ada harga yang harus dibayar di sisi lain. Rambut akan kembali menyeimbangkan diri saat fluktuasi hormon berakhir,” kata Doris seperti dilansir Webmd.com.

sumber: dokterdigital

foto: thesun.co.uk