Menyusui Bisa Kurangi Rasa Sakit Pasca Bedah Caesar

Maternity - 05 Dec 2017

Bicara tentang makanan terbaik untuk bayi di bawah usia 6 bulan, sudah tentu ASI adalah yang terbaik. Nah, sebuah studi baru memberikan bukti lebih lanjut bahwa menyusui juga bisa menguntungkan ibu, yaitu dapat membantu mengurangi rasa sakit kronis setelah kelahiran Caesar. 

Periset menemukan bahwa ibu yang baru melahirkan dan menyusui bayinya setidaknya 2 bulan setelah menjalani operasi Caesar cenderung hanya sedikit mengalami rasa sakit di tempat operasi daripada mereka yang memberikan ASI selama kurang dari 2 bulan. Penulis studi Dr. Carmen Alicia Vargas Berenjeno, dari Rumah Sakit Universitario Nuestra Señora de Valme di Spanyol, dan rekan-rekannya baru-baru ini melaporkan hasilnya di Euroanaesthesia Congress 2017, yang diadakan di Jenewa, Swiss. 

Pedoman saat ini dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa bayi harus disusui secara eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupan mereka, untuk mencapai pertumbuhan, perkembangan, dan kesehatan yang optimal. Menurut laporan dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) pada 2016, hanya 51,8 persen ibu baru di Amerika Serikat yang memenuhi rekomendasi ini, meskipun tingkat kenaikannya meningkat. Studi baru ini dapat membantu mendorong sejumlah ibu untuk memperpanjang masa menyusui mereka, setelah menemukan bahwa hal itu dapat membantu mengurangi rasa sakit setelah operasi Caesar. Dr. Berenjeno dan rekannya menganalisis data dari 185 ibu yang menjalani operasi Caesar antara Januari 2015 dan Desember 2016. 

Dalam 24 jam setelah menjalani Caesar, para ibu diwawancarai tentang tingkat rasa sakit kronis di tempat bedah, praktik menyusui dan adanya kegelisahan saat menyusui. Wawancara dilakukan lagi dalam 72 jam setelah Caesar dan pada 4 bulan setelahnya. Pemberian ASI untuk bayi dilakukan oleh 87 persen ibu, dan 58 persen dari mereka memberikan ASI paling sedikit 2 bulan. Sekitar 11,4 persen ibu dilaporkan mengalami sakit kronis setelah operasi Caesar. Para periset menemukan bahwa tingkat nyeri kronis lebih tinggi di antara ibu yang memberikan ASI untuk durasi yang lebih pendek. Hanya 8 persen ibu yang menyusui selama paling sedikit 2 bulan mengalami sakit kronis di tempat operasi pada 4 bulan setelah Caesar, dibandingkan dengan 23 persen ibu yang memberikan ASI selama kurang dari 2 bulan. 

Hasil ini tetap tak berubah bahkan setelah memperhitungkan sejumlah faktor pembaur yang mungkin terlibat, termasuk usia ibu. Pada penelitian lebih lanjut, tim menemukan bahwa ibu yang mengecap pendidikan di universitas mengalami penurunan risiko mengalami sakit kronis pada 4 bulan setelah Caesar. Selain itu,  para periset menemukan bahwa lebih dari setengah ibu menyusui melaporkan mengalami kegelisahan, yang mereka percaya dapat mempengaruhi risiko rasa sakit kronis. Para peneliti terus mengumpulkan data tentang bagaimana durasi menyusui dapat mempengaruhi rasa sakit kronis setelah kelahiran Caesar, namun hasil awal ini menyajikan beberapa temuan menarik.    "Hasil awal ini menunjukkan bahwa menyusui selama lebih dari 2 bulan melindungi terhadap nyeri kronis pasca-bedah Caesar, dengan peningkatan tiga kali lipat risiko nyeri kronis jika menyusui hanya dipertahankan selama 2 bulan atau kurang,” kata peneliti. “Studi ini memberikan alasan bagus untuk mendorong wanita menyusui. Mungkin saja kecemasan saat menyusui bisa mempengaruhi kemungkinan rasa sakit di lokasi operasi 4 bulan setelah operasi Caesar,” tandas peneliti seperti dilaporkan Medical News Today.  

sumber: dokterdigital

foto: bellybelly.com.au