Olahraga yang Aman untuk Ibu Hamil

Maternity - 11 Jan 2019

Rutin berolahraga selama hamil memiliki banyak manfaat bagi kesehatan ibu hamil dan sang janin. Namun perubahan hormon progesteron di masa kehamilan membuat sendi dan ligamen jadi lebih lentur. Sehingga ibu hamil perlu memperhatikan jenis olahraga apa saja yang aman dan tidak aman dilakukan ketika tengah berbadan dua.

"Bila Anda tidak berhati-hati, risiko cedera bisa lebih besar," tutur Dr Jessica Shepard, direktur ginekologi minimal invasif di University of Illinois, Chicago, kepada Fox News. 

Menurut panduan American College of Obstetrics and Gynecology, tidak ada target detak jantung saat berolahraga yang mesti diikuti oleh ibu hamil. Namun para ibu disarankan melakukan olahraga dengan intensitas sedang, gerakan yang dilakukan cukup menghasilkan keringat dan meningkatkan denyut jantung. 

Sedangkan dr Febriansyah Darus, SpOG dari RSIA Kemang Medical Care, menyebutkan sebaiknya jenis olahraga yang dilakukan tidak memberikan tekanan berlebihan pada kaki atau perut. Durasi berolahraga cukup 30 menit dalam sehari, atau sampai detak nadi bertambah.

DO:

- Olahraga yang aman untuk ibu hamil misalnya berenang, naik sepeda statis, dan berjalan.

- Minum air sebelum, sesaat dan sesudah olahraga.

- Jika mengalami sesak napas, pusing, dan kelelahan, segera hentikan latihan dan beristirahat.


DON'T:

- Olahraga dengan adanya kontak dengan orang lain seperti tinju, sepak bola, futsal, hoki, atau basket.

- Olahraga yang mengarah pada overheating seperti hot yoga atau Bikhram. Mengekspos janin dengan suhu tinggi bisa menyebabkan hipertermia yang bisa berujung pada cacat lahir atau persalinan prematur.

- Mengangkat beban yang terlalu berat, karena bisa menyebabkan kerusakan permanen pada sendi dan ligamen.  (red)

Foto: healthywomen.org