Penyebab Janin Lambat Berkembang

Maternity - 14 Jul 2017

Perut yang membesar adalah kebanggaan bagi wanita hamil. Masih banyak ibu hamil yang menganggap bahwa ukuran perut saat hamil sebagai indikasi pertumbuhan bayi di dalam rahimnya. Namun, ukuran perut tidak selalu menyamai ukuran bayi. Tahukah Anda, meskipun telah mendapat perawatan ekstra selama kehamilan, janin yang ada di dalam rahim bisa gagal mencapai pertumbuhan dan berat badannya?

Pertumbuhan janin yang lambat (tertunda)  atau yang dikenal dengan istilah medis IUGR (Intrauterine Growth Restriction) adalah kondisi yang menandakan janin tumbuh perlahan dibandingkan pertumbuhan janin pada umumnya selama kehamilan. Bobot bayi akan lebih rendah daripada seharusnya bila dibandingkan dengan bayi yang tumbuh normal pada usia kehamilan yang sama.

Perkembangan dan berat badan bayi sangat penting. Pertumbuhan janin yang lambat akan mengakibatkan bayi lahir dengan berat lahir rendah. Bayi dengan berat badan rendah mungkin akan bermasalah pada saat mendekati mendekati persalinan atau setelah dilahirkan. 60% kematian neonatal (kematian bayi baru lahir dalam 28 hari pertama setelah kelahiran) disebabkan karena berat lahir rendah yang merupakan akibat langsung dari pertumbuhan janin yang lamban. Namun pada sebagian kasus, janin yang didiagnosis mengalami keterlambatan perkembangan masih bisa terlahir dengan berat badan normal.

Ada banyak penyebab terjadinya IUGR, salah satunya adalah faktor genetik. Berat janin yang lebih kecil dianggap sebagai kemungkinan karena salah satu orangtua memiliki tubuh yang kecil. Atau bisa saja janin terlihat kecil dari seharusnya karena si Ibu salah memberi tanggal hari pertama haid terakhir.

Berikut adalah delapan kemungkinan alasan yang memperlambat pertumbuhan janin:

1. Gaya hidup ibu yang buruk

Cara atau gaya hidup yang diadopsi ibu hamil bisa berdampak pada kesehatan bayi. Menurut penelitian cara hidup ibu seperti penyalahgunaan obat-obatan terlarang, kurang gizi, kecenderungan merokok dan konsumsi minuman keras bisa menyebabkan kemungkinan janin tumbuh dengan lambat.

2. Preeklampsia

Mengapa ibu hamil selalu diperiksa tekanan darahnya? Alasannya, peningkatan tekanan darah bisa menjadi indikasi utama preeklampsia. Preeklampsia menyebabkan pembuluh darah menyempit. Hal ini akan mempengaruhi pertumbuhan janin akibat berkurangnya pasokan darah ke plasenta sehingga janin mengalami kekurangan oksigen dan nutrisi.

3. Infeksi

Bila janin terkena infeksi, hal ini akibat ditularkan oleh ibu, misalnya sifilis (infeksi bakteri menular seksual), cytomegalovirus (infeksi virus) , toxoplasmosis (infeksi parasit), dan dan rubella (disebut juga campak jerman. Infeksi ini  kemungkinan menghambat pertumbuhan janin.

4. Insufisiensi plasenta

 Insufisiensi plasenta adalah kondisi  dimana fungsi plasenta sebagai sarana transportasi nutrisi dan oksigen untuk bayi mengalami penurunan.  Akibatnya, bayi mengalami hambatan dalam pertumbuhannya.

5. Kelainan kromosom

Adanya kelainan kromosom dan mengidap penyakit-penyakit terkait kelainan kromosom, seperti sindrom Down, anenchepaly, cacat pada dinding perut atau ginjal, turut memungkinkan janin mengalami perkembangan yang lambat.

6. Tingkat cairan ketuban yang rendah

Tingkat cairan ketuban yang optimal diperlukan untuk perkembangan janin yang normal. Tingkat cairan ketuban yang rendah atau di bawah normal (oligohidramnion) bisa disebabkan beberapa hal seperti obat-obatan yang dikonsumsi ibu, kondisi kesehatan ibu, abrupsi plasenta, sedikit pecah pada kantung ketuban dan sebagainya. Hal ini akan memperlambat pertumbuhan janin.

7. Kelainan plasenta

Plasenta adalah jaringan yang menghubungkan ibu  dan janin, sehingga janin bisa mendapatkan oksigen dan nutrisi lain yang dibutuhkan untuk pertumbuhan. Ketika terjadi kelainan pada plasenta maka bisa menyebabkan oksigen dan nutrisi dari ibu ke bayi tidak bisa diterima dengan baik. Bayi tidak bisa menyerap nutrisi dan oksigen sehingga pertumbuhan akan lambat atau terhenti.

8. Kehamilan kembar

Kondisi kehamilan kembar juga dapat menyebabkan salah satu bayi terkena IUGR. Ini biasanya hanya terjadi pada salah satu bayi saja sementara bayi yang lain tetap sehat. Hal ini dipengaruhi oleh sindrom antar kembar. Jadi beberapa bayi bisa mendapatkan nutrisi yang cukup sehingga bisa tumbuh dengan baik. Sementara bayi yang lain tidak mendapatkan nutrisi sehingga akan lebih kecil. (YU)

Foto: medicaldaily.com