Perawatan Tradisional Pasca Melahirkan

Maternity - 10 Nov 2017

Kehamilan adalah saat dimana terjadi perubahan fisik dan emosional yang hebat bagi seorang wanita. Sebab itulah, penting untuk melakukan perawatan pasca persalinan yang tepat untuk mengembalikan kesehatan, kebugaran dan penampilan tubuh ibu yang telah melahirkan.

Berikut beberapa perawatan tradisional yang lazim dilakukan ibu pasca persalinan: 

1. Mengonsumsi jamu bersalin

Biasanya jamu berbentuk bubuk atau pil. Paket jamu bersalin bisa dengan mudah dijumpai di pasaran, termasuk di apotek. Jamu bersalin berkhasiat untuk membersihkan rahim, mengencangkan otot-otot perut yang kendur, melancarkan ASI, memulihkan luka dan membantu proses pengerutan rahim menjadi ukuran semula. Namun sebelum mengonsumsi jamu bersalin, sebaiknya konsultasi terlebih dahulu dengan dokter atau bidan, terutama jika Anda juga harus mengonsumsi obat lain yang diresepkan dokter. Selain itu, bagi ibu yang memiliki gangguan fungsi hati seperti hepatitis B atau pernah menderita sakit kuning, sebaiknya tidak mengonsumsi jamu.

2. Pilis

Pilis digunakan dengan cara dioleskan pada dahi setiap pagi sehabis mandi. Penggunaan pilis mulai dari hari pertama sampai hari ke-40 pasca melahirkan. Pilis diyakini membantu menghilangkan pusing dan sakit kepala, serta membantu mengembalikan penglihatan ibu yang agak kabur karena tekanan darah terlalu tinggi atau terlalu rendah setelah melahirkan.

3. Tapel 

Penggunaan tapel adalah dengan cara mengoleskannya pada perut. Tapel mengandung sirih, klabet, jahe, jeruk nipis dan minyak kayu putih. Tapel digunakan bersamaan dengan bengkung atau gurita. Biasanya digunakan selama 40 hari pasca persalinan. Tapel diyakini membantu proses pembakaran lemak bawah kulit. Untuk ibu yang melahirkan lewat operasi Caesar, penggunaan tapel dan gurita sebaiknya setelah dua minggu pasca operasi atau setelah luka jahitan bekas operasi dinyatakan sembuh oleh dokter.

4. Param atau Parem

Param digunakan dengan cara mengoleskannya ke seluruh tubuh, kecuali perut dan payudara. Diyakini dapat melancarkan sirkulasi darah sehingga pegal-pegal pada otot-otot tangan dan kaki yang dirasakan ibu bisa hilang. Untuk kulit sensitif sebaiknya hati-hati menggunakan param. Jika Anda merasakan sensai terbakar pada kulit segera hentikan pemakaian.

5. Bedak beras kencur atau Lulur

Pemakaian bedak beras kencur diyakini bisa mengembalikan kondisi fisik terutama menyehatkan kulit ibu yang baru melahirkan. Manfaat lainnya adalah membantu menghilangkan memar dan rasa pegal ibu. Selain bedak beras kencur, untuk merawat kulit agar kembali kencang dan elastis dengan menggunakan lulur secara rutin. Lulur juga bisa menyamarkan bekas selulit dip aha dan bagian perut.

6. Pijat Tubuh

Manfaat pijat bagi ibu melahirkan adalah untuk melancarkan peredaran darah dan memberikan efek rileks pada otot-otot tubuh sehingga membantu meredakan rasa pegal. Pemijatan bisa dilakukan 5 – 7 hari setelah melahirkan bagi ibu yang menjalani persalinan normal. Sementara untuk ibu yang melahirkan dengan metode Caesar, pemijatan bisa dilakukan 3 – 4 minggu setelah melahirkan. 

7. Menggunakan Stagen atau Bengkung

Alat ini terbuat dari kain berbentuk selendang yang digunakan untuk membalut perut. Penggunaan bengkung (stagen), korset  dan  gurita bisa melangsingkan kembali perut yang melar pasca melahirkan. Hal ini disebabkan adanya tekanan ke dalam rongga perut sehingga dapat membantu kontraksi rahim ke bentuk semula. Pemakaian stagen sebaiknya rutin, jadi  tidak hanya sehari dua hari.

 Untuk ibu yang melahirkan lewat operasi Caesar dan jahitan operasi berada di tengah perut diperbolehkan memakai gurita daripada stagen. Pakailah gurita paling tidak satu minggu setelah persalinan, agar jahitan bekas operasi sudah mongering. Jahitan yang masih baru atau basah jika langsung dipakaikan gurita atau stagen akan membuat luka semakin parah. (YU)

Foto: medicalphysicssolutions.com