Tak Bisa Menyusui Akibat Hipoplasia

Maternity - 02 Oct 2017

Tak mampu membuat pasokan ASI untuk buah hati tentu merupakan pengalaman yang tidak menyenangkan. Apalagi, jika Anda telah bertekad untuk menyusui Si Kecil secara eksklusif. Kebanyakan ibu dapat meningkatkan produksi ASI mereka dengan manajemen laktasi. Namun, ada ibu yang meskipun manajemen laktasinya optimal, namun tidak memungkinkan mereka menghasilkan banyak ASI. Kondisi ini disebut kegagalan laktasi primer  atau produksi ASI rendah.

Kegagalan laktasi primer bisa disebabkan sejumlah faktor, seperti pernah menjalani operasi payudara, masalah hormonal dan hipoplasia payudara (disebut juga Insufficient Glandular Tissue  atau disingkat IGT). 

Hipoplasia payudara adalah kondisi dimana payudara wanita tidak memiliki cukup sel penghasil susu atau kekurangan jaringan glandular. Boleh dibilang bahwa jaringan payudara Anda tidak berkembang sepenuhnya. Wanita dengan hipoplasia payudara tidak mengalami perubahan pada payudara saat kehamilan dan tidak merasakan masuknya air susu (ke dalam saluran).

Untuk beberapa wanita, hipoplasia payudara berarti produksi ASI tidak memungkinkan. Namun ada juga yang masih tetap dapat menyusui, namun bayi mungkin membutuhkan susu tambahan.

Lalu, bagaimana Anda mengetahui Anda mengalami hipoplasia payudara? 

Berikut ciri-ciri payudara yang mengalami hipoplasia:

- Bentuk payudara yang terpisah jauh satu sama lain (lebih dari 1,5 inci).

- Adanya asimetri payudara (salah satu payudara tampak jauh lebih besar dibanding lainnya).

- Adanya stretch mark pada payudara, tanpa diikuti pembesaran payudara (baik saat pubertas maupun saat hamil).

- Bentuk payudara tubular (menyerupai ‘kantung yang kosong’).

- Areola yang berukuran besar namun tidak proporsional

- Pada wanita yang telah berkeluarga, tidak adanya perubahan pada payudara baik saat hamil, setelah melahirkan, maupun keduanya.

Penyebab hipoplasia payudara

Beberapa ahli menghubungkan hipoplasia payudara dengan berbagai masalah hormon, kelainan genetik dan paparan pestisida atau zat kimia lainnya. Masalah hormon yang berhubungan dengan endokrin (seperti sindrom polikistik ovarium, tiroid yang tidak terkontrol atau kondisi yang berhubungan dengan insulin) dapat mempengaruhi pertumbuhan payudara selama pubertas atau kehamilan, atau proses masuknya air susu ke dalam saluran. 

Apakah masih dapat menyusui?

Jika Anda menderita hipoplasia payudara, bukan berarti Anda tidak bisa menyusui. Konsultasikan masalah Anda pada dokter. Kemungkinan dokter akan memberikan terapi hormon atau suplemen meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi air susu ibu. Karena itulah, sebaiknya konsultasi ke dokter pada saat hamil trimester pertama, yang merupakan waktu dimana payudara mulai mengalami perubahan. (YU)

Foto: healthline.com