Wanita dengan Sindrom Ovarium Polikistik, Masih Bisa Hamil Kok!

Maternity - 11 Aug 2017

Sindrom ovarium polikistik atau Polycystic ovary syndrome (PCOS) adalah masalah kesehatan yang mempengaruhi satu dari 10 wanita usia subur. PCOS juga merupakan penyebab infertilitas pada wanita, namun bisa diobati. 

PCOS merupakan gangguan hormonal yang umum  di kalangan wanita usia subur.  Penyebabnya ketidakseimbangan hormon reproduksi. PCOS bisa menyebabkan periode menstruasi tidak teratur atau bahkan jarang menstruasi. Hal ini dapat mengakibatkan infertilitas (ketidakmampuan untuk hamil) dan pengembangan kista di indung telur.

Antara 5 hingga 10 persen wanita usia subur (usia 15 – 44 tahun) memiliki PCOS. Umumnya wanita mengetahui mereka memiliki PCOS saat usia 20 dan 30-an, ketika mereka sulit hamil dan berkonsultasi ke dokter kandungan. Namun, PCOS bisa terjadi pada semua usia setelah pubertas. Wanita dari semua ras dan etnis berisiko PCOS, namun risiko akan lebih tinggi jika wanita tersebut mengalami obesitas atau jika anggota keluarga lainnya (ibu, kakak, atau tante) memiliki PCOS.

Gejala PCOS

Beberapa gejala PCOS antara lain:

Siklus menstruasi yang tidak teratur. Dalam setahun kurang dari delapan kali menstruasi, tidak mengalami menstruasi selama empat bulan atau lebih, bahkan sebagian wanita dengan PCOS tidak lagi mendapat menstruasi.

Pertumbuh bulu/rambut yang berlebihan di wajah, dagu atau di bagian tubuh seperti di dada, punggung atau bokong. Ini disebut juga hirsutism.

Jerawat di wajah, dada dan punggung bagian atas.

Kerontokan rambut atau penipisan rambut.

Berat badan bertambah atau sulit menurunkan berat badan.

Penggelapan kulit, terutama di lipatan leher, selangkangan, di bawah payudara.

Skin tags atau daging tumbuh di ketiak atau leher.

Penyebab PCOS

Penyebab pasti PCOS tidak diketahui. Kebanyakan ahli berpendapat bahwa sejumlah faktor bisa mendorong terjadinya PCOS, yakni:

Tingginya kadar androgen.  Androgen terkadang disebut sebagai “hormon lelaki,” namun wanita secara alami juga menghasilkan sejumlah kecil andogen. Hormon ini mengontrol perkembangan karakteristik laki-laki. Wanita dengan PCOS memiliki androgen lebih banyak daripada estrogen. Estrogen juga disebut sebagai “hormon wanita.”  Androgen yang terlalu tinggi pada wanita dapat mencegah terjadinya ovulasi dan pertumbuhan rambut tambahan, yang menjadi dua gejala PCOS.

Resistensi terhadap insulin. Jaringan tubuh resisten terhadap insulin, sehingga tubuh terpacu untuk memproduksi lebih banyak insulin yang mengganggu pembuahan normal dan memicu penambahan berat badan.

Faktor keturunan. Jika salah seorang anggota keluarga mengidap PCOS, maka risiko Anda semakin besar untuk memiliki PCOS.

Sejumlah studi menemukan hubungan antara PCOS dengan masalah kesehatan lainnya. Jika tidak segera mendapat penangan. Penderita PCOS berisiko terkena penyakit seperti: diabetes, tekanan darah tinggi, sleep apne, kolesterol jahat, depresi & kecemasan, serta kanker endometrium.

Pengobatan PCOS

Tidak ada obat untuk PCOS, namun gejalanya bisa dikendalikan. 

- Penderita PCOS yang obesitas harus mulai menurunkan berat badannya. 

- Membatasi makanan olahan dan makanan dengan gula tambahan.

- Penderita PCOS yang merokok disarankan untuk berhenti merokok karena  wanita perokok punya kadar hormon androgen lebih tinggi dibanding wanita non-perokok.

- Dengan obat-obatan, seperti obat kesuburan.

- Bisa juga dilakukan pembedahan kecil yang disebut Laparoscopic Ovarian Drilling (LOD) untuk menangani masalah kesuburan yang disebabkan PCOS.

Meski didiagnosis PCOS, Anda masih bisa hamil.PCOS adalah penyebab paling umum wanita sulit hamil, namun masih bisa diobati. Berkonsultasilah dengan dokter untuk membantu ovulasi Anda dan meningkatkan kesempatan untuk hamil. (YU)

Foto: womenshealthmag.com