Agar Si kecil Mau Belajar

Tips & Tricks - 10 Oct 2018

Orangtua kadang sering mengeluh bahwa putra-putri mereka susah sekali belajar. Sebagian besar dari mereka langsung menyerah dan tidak bisa berbuat apa-apa. Hasilnya, hanya mengandalkan guru pembimbing untuk mengatasi anak susah belajar.

Jika boleh melihat ke belakang kehidupan kita, cobalah melihat saat Anda pertama kali masuk sekolah. Apakah Anda rajin atau hanya suka bermain-main saja di kelas? Apakah Anda mudah menyerap pelajaran? Jawabannya hanya Anda yang tahu. Mungkin benar kata pepatah, buah tidak jatuh jauh dari pohonnya. Jadi kalau anak Anda rajin belajar dan mudah mengikuti pelajaran, kemungkinan itu memang menurun, namun bila sebaliknya, jangan marah dan menganggapnya bodoh. Memang untuk sebagian anak, belajar merupakan hal yang membosankan dan beban yang harus mereka kerjakan, atau bahkan sesuatu yang menakutkan bagi mereka. Di lain sisi, ada faktor lain yang sangat memengaruhi, yaitu perkembangan teknologi dan gaya hidup yang terjadi akhir-akhir ini. Contohnya saja di pagi hari, mereka biasa menonton kartun kesukaan mereka, siang hari mereka suka bermain video game atau game online yang ada di internet. Dan pada malam harinya mereka asyik bermain gadget yang Anda berikan, atau sekedar nonton sinetron di TV.

Bersabar dan Tekun

Membuat anak menyukai pelajaran, tidak semudah membalikkan telapak tangan.  Sebagai orangtua, kita harus memiliki kesabaran untuk memulai dan memberi perhatian khusus pada anak kita. Sering berkomunikasinya orangtua dengan anak, membuat anak merasa lebih nyaman, dan lebih dekat dengan Anda. Perlu dicatat, jangan sekali-sekali mengatakan mereka bodoh, apalagi memarahi mereka secara berlebihan saat anak tidak dapat belajar. Ajaklah anak mengobrol tentang keseharian mereka disekolah atau tentang teman-teman, siapa tahu anak akan menceritakan kenapa dia sulit untuk belajar. Bila berhasil, jangan langsung meninggalkannya, namun tetap membimbing apa yang mereka rasa sulit. Hal ini bisa dilakukan sambil membaca buku atau majalah di sampingnya. Yang perlu diketahui, tugas mengajar anak bukan hanya tugas seorang ibu, tapi juga ayah. Kerjasama keduanya bisa membuat anak Anda berhasil. Bila ada waktu luang, ayah juga bisa membimbing anak belajar. Dalam hal ini ayah juga dapat memotivasi anak dengan cara menelepon anak dari kantor dan menanyakan apa kegiatan anak hari ini dan apa kesulitannya di sekolah. Walau ayah tidak bisa hadir saat anak belajar, setidaknya kepeduliannya bisa dirasakan anak.