Bila Si Kecil Terlambat Bicara?

Tips & Tricks - 17 Dec 2018

Sebagai orangtua, pastinya khawatir bila anak belum lancar bicara. Padahal kalau dilihat dari segi usia, seharusnya si kecil sudah lancar bicara. Jangan khawatir dulu, karena keterlambatan bicara dan berbahasa ini bisa dideteksi sejak dini. 

Dari beberapa kasus yang terjadi di masyarakat, anak yang terlambat bicara adalah hal yang biasa dan bukan merupakan kelainan. Tapi banyak orangtua yang khawatir karena sering membanding-bandingkan anaknya dengan anak lain. Tidak jarang anak umur 2 hingga 2,5 tahun belum bisa bicara dengan lancar, mungkin hanya potongan-potongan kata yang dia ucapkan dan itupun tidak terucap dengan jelas. Padahal sesuai tahapan perkembangannya, anak usia 1,5 tahun setidaknya sudah bisa menggunakan minimal 5 kata seperti papa, mama, mimi, bobo dan sebagainya. Selanjutnya bila sudah berusia 2 tahun, si anak seharusnya sudah bisa mengucapkan 20 kata sampai 50 yang dirangkai secara sederhana.  

Amati
Jika di usia 12 bulan anak Anda belum juga bisa berbicara, kita sebagai orangtua tak perlu khawatir. Coba amati apakah ia merespon bila diajak bicara? Seperti tertawa, memperhatikan mimik wajah atau berusaha menirukan suara Anda. Jika bisa, berarti anak Anda hanya mengalami keterlambatan bicara saja dan hanya perlu diajak terus berkomunikasi sampai ia lancar berbicara. Debbie Resse, seorang psikolog asal Amerika Serikat menyebutkan bahwa jenis kelamin juga menentukan perkembangan bicara secara ekspresif. Menurut Reese, anak perempuan cenderung lebih cepat mencapai keterampilan berbicara ekspresif dibanding anak laki-laki. Untuk meningkatkan kemampuan bicara anak secara ekspresif, orangtua tak boleh berhenti bicara. Berusahalah selalu berkomunikasi walaupun si anak tak terlalu mengerti. Selain itu cobalah kenalkan kata-kata baru, misalnya nama-nama makanan atau buah-buahan yang dimakannya sambil menunjukan makanan tersebut. “Ini pisang enak lho, rasanya manis! Yuk dicoba,” sambil memperagakan ekspresi lucu kepada anak. Jika si anak berusaha merespon Anda, biarkan ia mencoba bicara walau salah dan jangan menghentikan apa yang ia lakukan. 

Penyebab Masalah
Memang ada hal yang tak bisa kita hindari, seperti masalah pada pendengaran anak dan gangguan lain di masa perkembangannya. Anak berumur 2 tahun yang belum bisa bicara sama sekali, patut diwaspadai. Ada kemungkinan anak mengalami resiko autisme atau gangguan lain. Tapi untuk memastikan, orangtua sebaiknya berkonsultasi dulu dengan dokter anak. Sebagian besar anak yang mengidap autis memang cenderung mengalami masalah komunikasi. Tapi jangan khawatir dulu, karena penderita gangguan bicara juga belum tentu autis, karena harus ada analisa yang lebih mendalam. Masalah terlambat bicara, biasanya disebabkan adanya gangguan oral motor atau sistem gerak otot yang mencakup area rongga mulut (rahang, gigi, lidah, langit-langit, bibir dan pipi). Pada anak yang oral motornya lemah, akan membuat anak susah bicara dan kalaupun bicara menjadi tidak jelas. Selain itu faktor lingkungan juga menjadi penyebab anak kurang peka. Contohnya saja anak yang tinggal dilingkungan yang menggunakan 2 bahasa (bahasa daerah dan bahasa Indonesia misalnya). Si anak biasanya akan bingung bahasa mana yang akan diucapkan dan ini menyebabkan ia enggan bicara. 

Solusi Tepat
Semua masalah pasti ada solusinya. Bila si kecil telat bicara, ajarkan mulai dari kata yang mudah, ulangi kata tersebut berkali-kali agar ia mudah menirukan dan lakukan ini dengan sabar. Bicaralah dengan suara lembut, karena rata-rata semua anak suka dengan suara lembut. Selalu bicara perlahan serta jelas dan jangan lupa selalu lakukan kontak mata dengannya. Bila Anda sedang mengajari anak berbicara, kecilkan suara radio atau TV, karena bisa mengacaukan konsentrasinya. Selain itu ajukan pertanyaan yang memancing jawaban, lalu ulangi apa yang dikatakannya, karena ini akan memperjelas makna kata tersebut. Kalau ia mulai mengoceh, berikan tanggapan pada ocehannya, jangan dicadelkan, supaya dia tepat melafalkan apa yang dikatakannya. Selain itu, kenalkan anak pada benda-benda di sekitar seperti kursi, meja, lampu dan orang di sekitar seperti kakak, papa, mama, kakek dan nenek. Anda juga bisa memutarkan lagu anak-anak sambil mengajaknya bernyanyi. Selain itu bacakan buku cerita dengan gambar yang menarik. Lakukan hal-hal tersebut sampai ia lancar berbicara. Selamat mencoba! (DL)

foto: metroparent.com