Cara Meningkatkan Kesuburan Wanita

Tips & Tricks - 16 Nov 2018

Sekian lama menikah, namun juga belum ada tanda-tanda kehamilan. Cemas? Bisa jadi. Namun ketimbang hanya sibuk mencemaskan diri-sendiri, lebih baik mencari tahu faktor apa saja yang bisa mempengaruhi kesuburan perempuan. 

Ternyata banyak faktor yang berpengaruh pada kesuburan perempuan, seperti makanan makanan, usia, hingga tingkat stres. Mengabaikan salah satu faktor tersebut bisa menyulitkan proses mendapatkan keturunan. Ingin meningkatkan kesuburan Anda? Simak penuturan Shine berikut ini: 

1. Stop merokok Banyak perempuan tidak menganggap diri mereka perokok karena merasa tidak kecanduan nikotin, dan hanya mengisapnya sesekali ketika berkumpul dengan teman (social smoker). Namun pernah mengisap rokok saja bisa menurunkan kesuburan seorang perempuan. Racun dalam asap rokok membahayakan saluran telur dan menyebabkan kerusakan kromosom telur. Racun rokok juga dapat merusak kemampuan perempuan memproduksi estrogen, yang mempersiapkan lapisan rahim untuk kehamilan. Perokok yang berhasil hamil bahkan memiliki potensi keguguran lebih tinggi.

 2. Kelola stres Stres dapat mengacaukan siklus menstruasi, dan bisa mencegah ovulasi teratur. Studi terbaru yang dipublikasikan jurnal Fertility and Sterility menemukan bahwa perempuan membutuhkan waktu lebih lama untuk hamil jika memiliki tingkat enzim, terkait stres, tinggi. Penting mengasah kemampuan relaksasi sejak dini agar stres tidak mengganggu siklus ovulasi Anda. 

3. Selektif konsumsi makanan laut Hiu, ikan pedang, dan makarel cenderung mengandung kadar merkuri tinggi, yang memicu gangguan kesuburan, seperti keguguran, dan cacat lahir. Hindari makanan laut yang membahayakan kehamilan dari makanan laut sejak merencanakan untuk punya anak. Sebaliknya, konsumsilah jenis ikan lain yang mengandung protein tinggi sangat dianjurkan, seperti udang, salmon, dan tuna. 

4. Deteksi riwayat kesehatan keluarga Infertilitas bisa disebabkan oleh penyakit dan kondisi seperti endometriosis, sindrom ovarium polikistik, dan fibroid rahim, yang memiliki hubungan genetik. Ketahui, apakah keluarga memiliki riwayat penyakit ini untuk mendeteksi tingkat kesuburan Anda. Mengetahui lebih awal juga bisa membantu Anda mencari pengobatan tepat agar masalah bisa diatasi.

 5. Pil kontrasepsi Ada mitos bahwa konsumis pil dalam jangka panjang dapat menurunkan kesuburan dan menyebabkan sulit hamil. Jangan percaya itu. Pil KB tidak berpengaruh negatif pada kesuburan masa depan. Kesuburan biasanya kembali pulih setelah satu sampai tiga bulan menghentikan asupan pil kontrasepsi.

 6. Hindari menunda kehamilan Menunda kehamilan jika merasa belum siap merupakan ide pintar, namun jangan terlalu lama. Perempuan terlahir dengan dikaruniai sekitar satu juta telur, tetapi karena faktor usia, telur bisa mati. Dan saat usia mencapi 30-an, jumlahnya akan turun menjadi 30.000. Sementara itu, risiko gangguan kehamilan dan keguguran meningkat seiring bertambahnya usia. Menurut American Fertility Association, perempuan di bawah usia 30 tahun, memiliki kesempatan untuk hamil dalam satu siklus sebanyak 25 persen. Pada usia 40 tahun kesempatan untuk hamil bisa turun hingga 5 persen. 

7.  Hubungan seks aman Ini penting bagi mereka yang melakukan hubungan seks bebas pranikah, seperti di beberapa negara Barat. Menggunakan kondom adalah perlindungan terbaik terhadap ancaman kesuburan seperti klamidia dan gonore (penyakit menular seksual).  Infeksi bakteri itu bisa masuk ke rahim dan saluran tuba, di mana mereka berubah menjadi kondisi yang lebih serius yang disebut penyakit inflamasi panggul atau Pelvic Inflammatory Disease (PID). Penyakit yang menyerang satu dari lima perempuan usia subur ini bisa menyebabkan gangguan kesuburan 

sumber:dokterdigital.com

foto: healthsolutionsforall.com