Kendalikan Keputihan Dengan Daun Sirih

Tips & Tricks - 02 Dec 2017

Keputihan menjadi masalah yang kerap dikeluhkan perempuan. Hampir semua wanita akan mengalami keputihan dalam episode kehidupan mereka. Sejatinya keputihan adalah hal normal. 

Leher rahim secara normal mengeluarkan cairan berwarna bening, bersih, tidak berlebihan dan tidak menimbulkan keluhan. Keputihan yang normal umumnya terjadi menjelang masa subur. Tetapi ketika keputihan disertai rasa gatal, berbau busuk dan kemerahan atau rasa panas dan nyeri, harus diwaspada karena merupakan pertanda infeksi vagina. 

Infeksi vagina dapat disebabkan jamur (kandida), bakteri yang berbahaya, atau parasit trikomoniasis. Karena salah satu penyebab keputihan adalah infeksi bakteri, maka dapat diatasi dengan mengendalikan pertumbuhan bakteri di organ intim. Beberapa bahan alami dapat dimanfaatkan sebagai antiseptik dan antibakteri. Salah satunya daun sirih. 

Menurut Irmanida Batubara dari tim Pusat Studi Biofarmaka Tropika IPB, secara empiris, daun sirih sudah dikenal sejak jaman dahulu memiliki khasiat sebagai obat trandisional, salah satunya dimanfaatkan sebagai cairan antiseptik dan antibakteri di organ intim. "Daun sirih memiliki profil bakteriosit, yaitu hanya menghambat pertumbuhan bakteri. 

Hasil penelitian menunjukkan daun sirih memiliki sifat MIC (minimum inhibitory concentration) atau konsentrasi hambat minimum," kata Irma dalam temu media yang diselenggarakan Resik-V di Jakarta, baru-baru ini. Irma menegaskan, harus dibedakan antara hambat bakteri dengan membunuh bakteri. Kemampuan membunuh bakteri disebut bakterisidal. "Dan cairan antiseptik bakterisidal ini tidak disarankan untuk vagina karena dapat memusnahkan semua bakteri, termasuk bakteri baik," kata Irma. 

Di area kewanitaan secara normal juga tumbuh bakteri baik, jadi yang harus dijaga adalah mengendalikan jumlah bakteri yang merugikan. Kandungan bioaktif daun sirih yang memiliki sifat antibakteri adalah minyak atsiri. Minyak atsiri mengandung senyawa chavibetol (betelphenole), catechol, cadinene, carvacrol, caryophyllene, chavicol, 1.8-cineol, estragole, eugenol, methyleugenol, pyrocatechin, terpinyl acetate dll. "Semuanya bersifat antibakterial dari berbagai strain termasuk E. coli, Streptococcus pyogenes, dan S. aureus. Selain antibakteri, daun sirih juga bersifat antijamur," ujar Irma. 

Yuna Eka Kristina, Senior PR Manager PT Kino Indonesia Tbk menjelaskan, uji klinis dan uji mikrobiologi  menunjukkan daun sirih menghambat bakteri  jahat. Hasil uji mikrobiologi 100% menghambat jamur penyebab keputihan. Rebusan daun sirih juga menjaga PH normal area kewanitaan yaitu antara 3-4, serta menjaga keseimbangan flora normal vagina.

Sumber: Dokterdigital.com

foto: dei.com.sg