Membangun Kepercayaan Diri Anak

Tips & Tricks - 02 Feb 2018

Kepercayaan diri merupakan salah satu faktor utama yang berkontribusi terhadap kesehatan emosi Si Kecil. Anak yang memiliki kepercayaan diri yang baik biasanya merasa dikasihi dan diterima serta memiliki keyakinan akan kompetensinya. 

Dengan demikian, biasanya ia akan lebih mampu untuk memaksimalkan potensinya dan membangun hubungan yang baik dengan orang-orang di sekitarnya, dibandingkan anak yang kurang percaya diri. Anak yang kurang percaya diri cenderung memandang rendah kemampuannya dan kurang memiliki keyakinan bahwa ia dapat berhasil. Bila ada 100 orang yang mengatakan bahwa hasil pekerjaannya baik dan hanya 1 orang yang mengatakan bahwa hasil pekerjaannya kurang, maka anak yang kurang percaya diri akan cenderung mempercayai omongan 1 orang tersebut. Umumnya anak yang demikian memiliki pencapaian yang berada di bawah potensinya, baik secara akademik maupun sosial. Selain itu, ada juga anak kurang percaya diri yang sebenarnya berprestasi, namun karena dorongan untuk terus mendekati kesempurnaan, baik oleh diri sendiri maupun oleh orangtua, menjadi memiliki persepsi bahwa ia tidak cukup baik.

            Melihat hal ini, dapat dilihat bahwa kepercayaan diri sesungguhnya tidak selalu berbanding lurus dengan kesuksesan. Karena kepercayaan diri pada dasarnya terkait dengan penilaian yang positif terhadap diri, baik saat berhasil maupun gagal. Agar dalam diri anak, khususnya balita, terbangun kepercayaan diri yang sehat, diperlukan konfirmasi yang konsisten akan kompetensi dan nilai diri anak dari para tokoh dalam kehidupan anak, seperti guru, kakek-nenek, dan terutama orangtua. Dengan demikian, anak akan merasa diterima dan dikasihi. Kepercayaan diri yang sehat akan tercermin dalam banyak hal, antara lain :

  1. Pemahaman yang baik tentang diri, yaitu pemahaman tentang siapa saya dan bagaimana posisi saya dalam lingkungan sosial saya, serta tentang apa perbedaan dan persamaan saya dengan orang lain di sekitar saya.
  2. Penerimaan diri, yaitu pemahaman tentang kekuatan dan kelemahan diri, perasaan nyaman dan bisa menerima kondisi fisik diri, serta bisa menerima bahwa berbuat kesalahan merupakan sesuatu yang wajar dalam kehidupan.
  3. Self-reliance, yang terdiri dari kemandirian yang terlihat dari kemampuan untuk mengurus diri sendiri dan memotivasi diri sendiri, serta keyakinan bahwa saya mampu untuk menghadapi tantangan hidup apapun yang akan muncul.
  4. Kemampuan mengekspresikan diri, yaitu kemampuan untuk memahami bahwa komunikasi tidak hanya terjadi melalui kata-kata, melainkan juga melalui intonasi suara, ekspresi wajah dan bahasa tubuh, sehingga dapat mengekspresikan diri dengan baik.
  5. Kemampuan membangun hubungan yang baik, termasuk di dalamnya kemampuan untuk bekerja sama dengan orang lain serta kemampuan untuk menghormati dan bertoleransi terhadap pendapat orang lain yang berbeda

Anak dengan kepercayaan diri yang sehat akan tumbuh dalam hal-hal tersebut di atas. Namun sesungguhnya, terdapat hubungan yang timbal–balik antara karakteristik tersebut dengan kepercayaan diri. Bila berbagai karakter tersebut ditumbuhkan melalui keberadaan dukungan dan lingkungan yang kondusif, maka kepercayaan diri anak juga akan berkembang. (ES)

 foto: media.gettyimages.com