Menyiapkan Anak di Era Digital

Tips & Tricks - 05 Nov 2018

Membesarkan anak di era teknologi serba canggih sekarang ini adalah cobaan dan ujian tersendiri. Banyak orangtua yang bingung bagaimana harus bersikap dan mengatasi masalah yang timbul karenanya. Anda-kah salah satu diantaranya?

Ya, tak bisa disangkal lagi, anak-anak kita sekarang ini hidup di era digital. Jika dulu di jaman kita boro-boro punya smartphone, punya telpon genggam biasa saja sudah bagus. Tak begitu dengan anak-anak masa kini yang berpesta teknologi. Semua perangkat cangggih ada, mulai dari play station, smartphone apalagi komputer. Sayangnya, dampak yang ditimbulkan juga besar, seperti pornografi dan kekerasan,  Anda tentu masih ingat beredarnya video porno beberapa waktu lalu, bukan? Lantas, bagaimana mewaspadai hal tersebut? Psikolog Elly Risman memberi beberapa kiat bagus kepada Family Guide, berikut ini:

Target Pengasuhan
Buat target pengasuhan yang jelas. Tentukan berapa lama anak menonton TV, main komputer atau game. Jangan pula terjebak trend. Misalnya kalau teman-teman anak Anda di sekolah punya blackberry, jangan lantas ikut membelikannya dengan alasan malu atau takut anak kurang gaul. Lihat dulu perlu tidaknya barang itu. 

Luangkan Banyak Waktu
Are you a weekend parent? Apakah anak-anak sibuk les sana-sini, sehingga jarang melihatnya di rumah? Mungkin terdengar klise, tapi dengan meluangkan banyak waktu bagi anak-anak, berarti Anda telah berinvestasi hal yang sangat berharga: perhatian dan kasih sayang yang akan terus terbawa hingga dewasa. Dari sanalah karakter dan sifat anak Anda terbentuk nantinya.

Agama Jangan Dilupakan
Sudah menyekolahkan anak di sekolah-sekolah berbasis agama dan mengambil ekstrakurikuler agama? Elly Risman berkata bahwa itu belum cukup jika penerapannya tak tepat. “Agama adalah basis utama dalam mendidik anak, dan orangtua harus tetap mengontrol penerapannya di rumah, selain jadi panutan bagi buah hatinya. Misalnya, menyuruh anak belajar mengaji, padahal dia sendiri tak bisa. Nantinya anak akan berpikir, kenapa juga ia harus belajar mengaji, jika orangtuanya saja tak bisa,” tambah psikolog anak itu lagi.  

Tanggap Teknologi
Anak-anak sekarang canggih dan pintar. Kalau tak bisa mengimbangi pengetahuan mereka di bidang teknologi, bisa-bisa mereka tak terkontrol dan mendapat pengetahuan yang belum semestinya mereka peroleh. Orangtua sebaiknya tak hanya bisa memfasilitasi saja, namun juga harus bisa gaul dan sama pintar dengan anak, agar  tahu apa yang terjadi dengan perkembangan terbaru anak.  

Revolusi Pengasuhan
Kesalahan budaya yang masih terjadi adalah anggapan bahwa yang mengasuh anak adalah ibu dan yang mencari nafkah ayah. Jadi kalau ada masalah, biasanya ibu-lah yang pontang-panting sendirian. Sementara ayah sering tak peduli karena memang tak dilibatkan dari awal. Ini salah besar. Komunikasi harus seragam dan sejalan antara ibu dan ayah, agar anak tak bingung. Selalu libatkan ayah sejak dini, jadi anak akan memiliki role model yang baik. Ini untuk mencegah agar saat mengalami masalah, anak tak beralih ke teman atau orang lain yang belum tentu baik baginya.  - DL

foto: ronleyba.com