Pentingkah PAUD untuk Anak?

Tips & Tricks - 05 Oct 2017

 

Dewasa ini semakin banyak orangtua yang menyekolahkan anak-anaknya di lembaga pendidikan prasekolah. Pendidikan prasekolah seolah menjadi kebutuhan tak terpisahkan dari rangkaian pendidikan anak. Lantas, seberapa pentingkah pendidikan usia dini (PAUD) bagi anak?

 

Usia 0 hingga 6 tahun merupakan periode emas anak. 80 persen perkembangan vital otak anak terjadi pada rentang usia ini. Perkembangan yang diperoleh pada periode ini memengaruhi perkembangan periode berikutnya, hingga masa dewasa. Oleh sebab itulah pendidikan anak usia dini dalam bentuk pemberian rangsangan-rangsangan, atau stimulasi yang tepat, baik dan optimal memang diperlukan anak-anak usia dini.

Pendidikan anak usia dini (PAUD) sendiri merupakan  jenjang pendidikan sebelum jenjang pendidikan dasar yang merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagianak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut, yang diselenggarakan pada jalur formal, nonformal, dan informal. Tujuan diselenggarakannya PAUD antara lain untuk membentuk anak yang berkualitas sehingga mempunyai kesiapan dalam mengarungi kehidupan masa dewasa, serta untuk membantu menyiapkan anak agar siap secara akademik belajar di sekolah.

 

Formal dan Nonformal

Mungkin banyak orangtua yang bertanya-tanya, apakah mendidik anak usia dini harus di lembaga pendidikan formal? Atau cukup mendidik mereka di rumah saja. Psikolog dan penulis buku The Power of Play, David Elkind  mengatakan,  jika orangtua mampu menyediakan pendidikan anak usia prasekolah di rumah, cukup kompeten, serta punya dedikasi, dalam pengertian cukup waktu dan energi untuk menstimulasi anak secara khusus, maka pendidikan prasekolah tidaklah penting. Terlebih jika lingkungan rumah memungkinkan anak bermain dengan teman sebaya dan bertemu orang dewasa selain orang tua. Namun jika kondisi yang terjadi sebaliknya,  itu tandanya pendidikan prasekolah menjadi hal yang penting. Sebaiknya, lihat kesanggupan orangtua dan kondisi lingkungan terlebih dahulu, apakah mampu memberikan stimulasi yang dibutuhkan bagi perkembangan anak.  Masukkan anak ke pendidikan prasekolah apabila:

Ø  Kedua orangtua bekerja dan waktu yang mereka miliki sangat terbatas untuk menstimulasi anak, terutama motorik halusnya.

Ø  Anak pemalu dan terlalu tergantung pada keluarga. Di sekolah, anak akan belajar mengenal berbagai macam karakter orang dan belajar beradaptasi dengan lingkungan di luar rumah.

Ø  Anak kurang berinteraksi dengan teman sebayanya. Padahal kemampuan bersosialisasi sangat penting untuk masa depan anak. Berinteraksi dengan anak-anak lain berarti anak belajar bagaimana menunggu giliran, mendengarkan, berbagi dan sebagainya. Anak-anak belajar keterampilan sosial ketika mereka berinteraksi dengan anak-anak lainnya. Keterampilan sosial ini sangat penting untuk mengembangkan kepribadiannya.

 

Memilih PAUD yang Tepat untuk Anak

Orangtua diharapkan menjadi konsumen yang cerdas dalam memilih PAUD atau pendidikan prasekolah.

 

Ø  Lembaga PAUD yang baik akan memfasilitasi murid-muridnya belajar menjadi pribadi yang mandiri, percaya diri,  bersoasialisasi, mampu mengembangkan ide, beradaptasi dan memiliki semangat untuk belajar.

 

Ø  Pilih sekolah yang tidak terlalu jauh dari rumah sehingga anak tidak kelelahan saat pergi dan pulang dari sekolah.

 

Ø  Pilih prasekolah dengan guru atau pendidik yang berkualitas. Cermati apakah guru mengasuh dan memperhatikan anak didiknya dengan baik. Sebab, guru adalah pengganti orangtua di sekolah. (YU)


foto: globalcultiva.com