Penyakit atau Kondisi Umum yang Diderita Bayi Baru Lahir

Tips & Tricks - 06 Feb 2019

Orangtua mana yang tidak khawatir saat Si Kecil yang baru lahir terserang penyakit. Ya, ada banyak masalah kesehatan pada bayi baru lahir termasuk kolik, infeksi dan sebagainya. Bayi juga umum memiliki masalah kulit seperti ruam popok dan cradle cap. 

Banyak dari penyakit ini tidak serius. Namun, penting bagi Anda untuk mengetahui gejala atau tanda peringatan untuk penyakit yang lebih berat. Berikut penyakit-penyakit yang umum diderita Si Kecil yang baru lahir:

1. Jaundice atau Kuning

Ini adalah penyakit yang paling umum menimpa bayi baru lahir. Jaundice atau kuning adalah kondisi kulit bayi berubah menjadi kuning karena kelebihan bilirubin dalam darah..Dalam kasus yang jarang terjadi, jaundice mungkin menjadi gejala penyakit lain seperti infeksi atau masalah tiroid, jelas Dr Joy Fredericks, seorang neonatologist pediatrik dan kepala unit neonatal di Rahima Moosa Mother and Child Hospital, Johannesburg.


Gejala:

Jaundice biasanya muncul sekitar hari kedua atau ketiga kehidupan bayi (saat ibu dan bayi meninggalkan rumah sakit), jadi penting bagi orangtua untuk memantau gejala kondisi atau penyakit tersebut. Umumnya, perubahan warna menjadi kuning pertama kali muncul di wajah, kemudian dada dan perut, dan terakhir di kaki. Anda juga harus memeriksa bagian putih bola mata bayi dan bagian dalam mulut bayi yang berwarna merah muda. Jika berwarna kekuningan, mungkin Si Kecil terkena jaundice. Pada bayi yang berkulit gelap, jaundice akan sulit terlihat. Anda bisa memeriksanya dengan meregangkan kulit dengan penekanan jari.


Treatment:

- Meningkatkan pemberian ASI, 10 hingga 12 kali sehari.

- Bayi jaundice dapat dijemur di bawah sinar matahari pagi (pukul 7 – 8 pagi) sekitar 15 – 30 menit.

- Menggunakan terapi sinar.

- Menggunakan transfuse tukar (mengganti darah bayi yang mengandung kadar bilirubin yang sangat tinggi dengan donor darah yang sesuai dengan darah bayi).


Kunjungi dokter jika:

- Jaundice menyebar atau warna kuning lebih intens.

- Bayi terlihat dan menunjukkan tanda sakit.

- Bayi tidak bisa makan (menyusu) dengan baik.

- Anda merasa Si Kecil lebih sering mengantuk dari biasanya.

- Jaundice berlanjut selama lebih dari dua minggu.